Bandarlampung, faseberita.id – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan kesiapan lima jalur penyeberangan laut yang akan menghubungkan Jawa dan Sumatera demi kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Pengumuman ini disampaikan Dudy di Bandarlampung, Lampung, pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya komprehensif Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait.
Menurut Dudy, penetapan jalur-jalur alternatif ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di lintasan utama dan memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga selama periode puncak angkutan Lebaran. Kelima jalur strategis yang dimaksud Dudy meliputi: lintas Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton, dan Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni. Selain itu, ada juga jalur dari Pelabuhan BBJ (Bandar Bakau Jaya) Bojonegara menuju BBJ Muara Pilu, serta dari Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga menekankan pentingnya kesiapan operator. "Kami mengimbau semua operator untuk mempersiapkan layanan sebaik mungkin, berkaca pada pengalaman sukses periode Natal dan Tahun Baru serta angkutan Lebaran sebelumnya," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran, Pelabuhan BBJ telah diminta untuk menyiapkan 12 unit kapal khusus pengangkut kendaraan besar. Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan juga akan mengoperasikan 12 unit kapal untuk melayani penyeberangan penumpang.
Guna mengurai potensi kepadatan, sistem tunda akan diterapkan di Pelabuhan Bakauheni. Sistem ini akan tersebar di 10 titik strategis pada jalan tol dan jalan arteri di sekitar pelabuhan, memungkinkan pengaturan arus kendaraan yang lebih efektif.
Pembagian fungsi pelabuhan juga telah ditetapkan. Pelabuhan BBJ Bojonegara akan fokus melayani truk golongan besar VIII dan IX. Pelabuhan Bakauheni akan beroperasi tanpa pengalihan kendaraan, sementara Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai opsi kontingensi atau cadangan jika diperlukan.
Secara keseluruhan, untuk mendukung angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan kapasitas yang masif di berbagai moda transportasi:
- Angkutan Laut: Tersedia 829 unit kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang, ditunjang 636 pelabuhan laut.
- Transportasi Darat: Sebanyak 31.345 unit bus siap mengangkut 1,2 juta penumpang, didukung 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B.
- Penyeberangan: Disiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan, melayani 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan.
- Transportasi Udara: Sebanyak 392 unit pesawat mampu menampung 8,2 juta penumpang, dengan dukungan 257 bandar udara.
- Transportasi Kereta Api: Tersedia 3.821 unit sarana, melayani 3,58 juta penumpang antarkota, 2,9 juta penumpang regional, dan 51,5 juta penumpang komuter, dengan 668 stasiun KA yang siap beroperasi.
Dengan persiapan matang ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.







