Pandeglang, faseberita.id – Kabar duka menyelimuti upaya konservasi Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus). Seekor badak jantan bernama Musofa, dilaporkan mati di area translokasi Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten.
Musofa sebelumnya dipindahkan ke JRSCA Legon Pakis sebagai bagian dari program pelestarian spesies yang terancam punah ini. Proses pemindahan melibatkan kerjasama antara Balai TNUK, TNI AD, dan TNI AL, menggunakan truk dan kendaraan amfibi Kapa K-61 milik TNI.

Tim gabungan berhasil menangkap Musofa pada 3 November 2025 menggunakan metode jebakan Pit Trap. Saat itu, Balai TNUK menyatakan bahwa kondisi Musofa sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda stres.
“Meskipun dipindahkan tanpa luka, Musofa ternyata memiliki penyakit kronis yang sulit diatasi,” ungkap Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, dalam keterangan resmi (27/11/2025).
Setelah dipindahkan ke JRSCA pada 5 November 2025, Musofa terus dipantau dan mendapatkan perawatan medis. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 7 November 2025.
Hasil nekropsi menunjukkan adanya luka pada tubuh Musofa, serta penyakit kronis pada lambung, usus, otak, infeksi parasit yang parah, dan degenerasi jaringan.
“Seluruh prosedur translokasi telah dilaksanakan sesuai standar konservasi internasional, termasuk simulasi, penilaian etik, serta persiapan logistik dan pengamanan,” pungkas Ardi. Kematian Musofa menjadi pukulan berat bagi upaya pelestarian Badak Jawa, spesies yang sangat dilindungi dan terancam punah.







