faseberita.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh salah satu investor besar. Emiten yang bergerak di sektor gaya hidup, khususnya pengelolaan bar dan restoran, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. atau yang lebih dikenal dengan kode saham LUCY, baru saja melaporkan adanya perubahan signifikan pada struktur kepemilikan sahamnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis secara resmi, sebuah entitas bernama HP Capital Resources melakukan aksi borong besar-besaran terhadap saham LUCY. Transaksi jumbo ini tercatat terjadi pada akhir September 2026, yang langsung menarik perhatian para pelaku pasar dan pengamat investasi.

Langkah agresif HP Capital Resources ini terlihat dari jumlah saham yang berhasil mereka amankan. Tercatat, mereka menyerap sebanyak 189 juta lembar saham LUCY dalam satu waktu. Tidak tanggung-tanggung, untuk mendapatkan kendali atas saham tersebut, HP Capital Resources harus merogoh kocek yang sangat dalam. Dengan harga perolehan sebesar Rp315 per saham, total dana yang dikeluarkan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp59,53 miliar.
Menariknya, harga beli yang disepakati dalam transaksi ini berada di atas harga pasar yang sedang berlaku. Pada saat transaksi dilakukan, saham LUCY diperdagangkan di rentang harga Rp244 hingga Rp282 per saham. Hal ini mengindikasikan adanya kepercayaan yang sangat tinggi dari pihak pembeli terhadap prospek masa depan perusahaan pengelola bar dan restoran "Lucy In The Sky" tersebut.
Menanggapi pergerakan ini, pihak manajemen LUCY memberikan penjelasan melalui laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menyatakan bahwa aksi pembelian portofolio ini dilakukan dalam rangka strategi diversifikasi serta alokasi aset bagi pihak pembeli.
Jika menilik data kepemilikan sebelumnya, lonjakan kepemilikan HP Capital Resources sangatlah drastis. Sebelum melakukan aksi borong ini, mereka hanya memegang sekitar 5,27 juta unit saham atau setara dengan 0,35% dari total saham perusahaan. Namun, pasca transaksi besar ini, porsi kepemilikan mereka melonjak tajam menjadi 194,27 juta unit saham, atau setara dengan 12,83% kepemilikan di LUCY.
Meskipun jumlah kepemilikannya meningkat sangat signifikan, pihak perusahaan menegaskan bahwa transaksi ini merupakan kepemilikan langsung tanpa adanya perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement). Selain itu, HP Capital Resources juga dikonfirmasi bukan merupakan pemegang saham pengendali di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk.
Aksi beli di atas harga pasar ini sering kali dianggap oleh para analis sebagai sinyal positif atau bullish signal. Investor besar biasanya melakukan langkah ini ketika mereka melihat adanya potensi pertumbuhan nilai perusahaan yang belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar saat ini. Bagi para pemegang saham ritel, pergerakan ini tentu menjadi bahan pertimbangan penting dalam memantau dinamika saham LUCY ke depannya.







