News  

IHSG Terperosok Akibat Reshuffle Kabinet

admin
IHSG Terperosok Akibat Reshuffle Kabinet

faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang kurang memuaskan pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat yang menyebabkan indeks merosot lebih dari 1 persen, menyentuh level terendah dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Berdasarkan data penutupan sesi kedua, IHSG terpangkas sebanyak 61,64 poin atau melemah 1,02 persen ke posisi 6.009,50. Fluktuasi pasar terlihat cukup tajam sepanjang hari, di mana indeks sempat menyentuh titik terendah di level 5.973 sebelum akhirnya ditutup di angka tersebut. Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan volume sebesar 329,48 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp11,07 triliun melalui 1,58 juta kali transaksi.

IHSG Terperosok Akibat Reshuffle Kabinet
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen utama yang diduga kuat menjadi pemicu ketidakpastian pasar adalah langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan atau reshuffle pada Kabinet Merah Putih. Pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri baru di Istana Negara memicu reaksi waspada dari para pelaku pasar. Salah satu perubahan signifikan adalah pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, serta penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru. Selain itu, pergeseran peran Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi juga menjadi sorotan tajam.

Secara sektoral, pelemahan ini dipimpin oleh sektor konsumer non-primer yang anjlok 1,97 persen. Sektor barang baku menyusul dengan penurunan 1,91 persen, sementara sektor teknologi juga tidak luput dari tekanan dengan koreksi sebesar 1,50 persen. Beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar yang menjadi beban bagi indeks antara lain GOTO, BBCA, BRMS, AMMN, dan BBRI.

Kondisi pasar semakin tertekan dengan adanya aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell). Pada penutupan sesi pertama, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp204,30 miliar, di mana total penjualan mencapai Rp1,90 triliun berbanding dengan total pembelian sebesar Rp1,70 triliun. Saham GOTO menjadi salah satu yang paling banyak dilepas asing dengan nilai penjualan mencapai Rp62,77 miliar. Selain itu, saham CUAN, AMMN, BBRI, dan MDKA juga turut mengalami tekanan jual dari investor mancanegara.

Selain faktor domestik terkait dinamika politik kabinet, pelaku pasar juga tengah mencermati rilis data ekonomi penting seperti indeks PMI manufaktur, neraca perdagangan, serta angka inflasi. Dari sisi global, ketegangan geopolitik akibat konflik perang yang masih berlangsung serta perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan penguatan manufaktur China turut memberikan pengaruh pada psikologi pasar global yang berdampak pada bursa domestik.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *