faseberita.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menetapkan komposisi baru di jajaran Kementerian Keuangan. Dalam pelantikan yang berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026), Nurkholisoh Ibnu Aman resmi mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Keuangan. Langkah ini menandai babak baru dalam struktur pengelolaan keuangan negara, di mana Nurkholisoh akan bergabung dalam tim yang cukup besar untuk membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Berbeda dengan periode pemerintahan sebelumnya, kabinet kali ini memperkuat lini kepemimpinan di Kementerian Keuangan dengan menempatkan tiga orang Wakil Menteri. Nurkholisoh akan bekerja bahu-membahu bersama Juda Agung dan Luky Alfirman. Kehadiran Nurkholisoh yang sebelumnya memiliki rekam jejak profesional di Bank Indonesia (BI) diharapkan mampu membawa perspektif baru dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menyusul pelantikan tersebut, publik pun mulai menyoroti profil kekayaan sang pejabat negara. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurkholisoh Ibnu Aman tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp4,7 miliar. Angka ini merupakan hasil dari total aset sebesar Rp6,39 miliar setelah dikurangi kewajiban utang senilai Rp1,69 miliar.
Jika dibedah lebih mendalam, aset terbesar yang dimiliki oleh Nurkholisoh terletak pada sektor properti atau tanah dan bangunan. Komponen ini menyumbang sekitar 53,5 persen dari total kekayaannya, dengan nilai mencapai Rp3,42 miliar. Dari sekian banyak aset properti yang dilaporkan, aset paling bernilai berada di jantung ibu kota, yakni sebuah tanah dan bangunan seluas 40 meter persegi di Jakarta Pusat yang dihargai Rp1,61 miliar.
Selain di Jakarta, Nurkholisoh juga memiliki beberapa aset di wilayah lain. Ia tercatat memiliki tiga bidang tanah di Kota Tangerang yang seluruhnya diperoleh dari hasil kerja keras sendiri. Menariknya, terdapat pula aset yang berasal dari warisan, yakni dua bidang tanah dan bangunan di Kota Magelang dengan total luas yang cukup signifikan. Bahkan, ia juga melaporkan kepemilikan aset properti di luar negeri dengan nilai mencapai Rp715 juta.
Di luar sektor properti, komponen terbesar kedua dalam portofolio kekayaannya adalah kas dan setara kas yang mencapai Rp2,91 miliar atau sekitar 45,5 persen dari total aset. Untuk aset bergerak, Nurkholisoh melaporkan kepemilikan satu unit sepeda merek Polygon tahun 2017 serta beberapa harta bergerak lainnya senilai Rp62 juta. Sementara itu, untuk instrumen surat berharga, ia melaporkan nilai nihil.
Meskipun memiliki total kekayaan yang cukup besar, Nurkholisoh juga melaporkan adanya kewajiban utang sebesar Rp1,69 miliar, atau setara dengan 26,5 persen dari total nilai hartanya. Transparansi laporan ini menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pejabat publik di era pemerintahan yang baru ini.







