News  

Investasi US$ 800 Miliar Kunci RI Capai Pertumbuhan 8%

admin
Investasi US$ 800 Miliar Kunci RI Capai Pertumbuhan 8%

Jakarta, faseberita.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia berada pada lintasan yang tepat untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi ambisius sebesar 8 persen. Namun, ia menekankan bahwa percepatan implementasi kebijakan menjadi faktor krusial agar sasaran tersebut dapat terwujud secara optimal.

Dalam forum faseberita.id Summit 2026 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2026, Rosan menyatakan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir periode pertamanya, Indonesia membutuhkan kucuran investasi sekitar US$ 800 miliar hingga tahun 2029. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, sekitar 60 persen, dibandingkan total investasi sebesar US$ 500 miliar yang tercatat sepanjang dekade 2014 hingga 2024.

Investasi US$ 800 Miliar Kunci RI Capai Pertumbuhan 8%
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

"Menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen, kami yakin kami berada di jalur yang benar, namun kami hanya perlu mempercepat implementasi," ujar Rosan, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara.

Keyakinan Rosan didasari oleh capaian investasi Indonesia sepanjang tahun lalu yang berhasil menembus angka US$ 120 miliar, melampaui target nasional yang ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan para investor asing yang perlu terus diperkuat dan dijaga keberlanjutannya.

Lebih lanjut, Rosan menggarisbawahi bahwa tantangan ke depan bukan sekadar mengejar nilai investasi secara kuantitas, melainkan memastikan kualitas investasi yang masuk ke Tanah Air. Ia menekankan pentingnya investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini, menurutnya, merupakan fondasi esensial bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama investasi dengan lembaga-lembaga investasi negara asing terkemuka, seperti Temasek Holdings dari Singapura dan Khazanah Nasional dari Malaysia. Kerja sama ini diharapkan dapat terwujud, khususnya dalam proyek-proyek bersama di kawasan regional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di Asia Tenggara. Arah pembangunan Indonesia, kata Rosan, selaras dengan tren global yang semakin menitikberatkan pada investasi berkualitas sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi yang kokoh.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *