faseberita.id – Hashim Djojohadikusumo melalui Arsari Group kembali menunjukkan taringnya di kancah bisnis energi nasional. Perusahaan migasnya Nations Petroleum berhasil mengamankan salah satu Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi dalam lelang Tahap I Tahun 2026. Kemenangan ini menambah panjang daftar portofolio bisnisnya yang menggurita dari sektor hulu migas hingga teknologi digital dan telekomunikasi.
Kementerian ESDM mengumumkan enam blok migas yang dilelang termasuk dua WK penawaran langsung Sapukala dan Natuna D-Alpha serta empat WK reguler Bengara II Pesut Mahakam Puri dan Rupat. Dari total komitmen pasti senilai 141,51 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 1,6 juta dolar AS Nations Petroleum berhasil meraih WK Natuna D-Alpha melalui penawaran langsung. Komitmen pasti untuk tiga tahun pertama mencapai 103.309.000 dolar AS ditambah bonus tanda tangan 200.000 dolar AS. Nations Petroleum sendiri dikenal sebagai entitas di bawah Arsari Group yang fokus pada teknologi ekstraksi dan pemulihan mutakhir demi efisiensi energi.

Kiprah Hashim di sektor hulu migas bukanlah hal baru. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya telah dimulai sejak tahun 1994 yang berarti pengalamannya di industri ini sudah mencapai 32 tahun. Perjalanan bisnisnya bahkan melintasi berbagai benua termasuk eksplorasi di Kazakhstan Azerbaijan hingga California Amerika Serikat. Pengalaman global ini memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika operasional dan risiko tinggi di industri energi internasional.
Menurut Hashim kunci keberhasilan investasi migas di mana pun berada terletak pada tiga pilar utama yakni kepastian hukum stabilitas politik dan aturan fiskal yang kompetitif. Ia optimis bahwa pemerintah Indonesia saat ini telah memahami resep sukses ini untuk menarik lebih banyak investor global.
Selain sektor migas Arsari Group juga merambah berbagai bidang strategis lainnya. Di ranah teknologi digital Hashim melalui entitas investasinya PT Arsari Nusa Investama menjadi salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Wakil Direktur Utama Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menegaskan langkah ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital Indonesia. Arsari Group memiliki visi yang selaras dengan COIN serta anak perusahaannya PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jejak bisnis Arsari juga terlihat kuat di sektor telekomunikasi dan layanan digital. Melalui PT Arsari Sentra Data Hashim secara tidak langsung mengendalikan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebuah perusahaan yang menawarkan layanan periklanan produk digital dan jaringan serat optik. Pada akhir 2024 Arsari Sentra mengakuisisi 45 persen saham PT Investasi Sukses Bersama yang merupakan pengendali utama WIFI. Sebelumnya pada tahun 2025 WIFI juga berhasil memenangkan lelang pita frekuensi 1.4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1 yang mencakup Jawa Papua dan Maluku. Ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan kerajaan bisnis Hashim Djojohadikusumo di berbagai lini vital perekonomian nasional.







