faseberita.id – Bank Indonesia merilis data mengejutkan terkait pergerakan Dana Pihak Ketiga DPK di perbankan nasional. Terjadi lonjakan signifikan pada DPK dalam mata uang asing atau valas pada Mei 2026. Angka fantastis Rp 1.585 triliun berhasil dihimpun menunjukkan pertumbuhan 178 persen secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui performa bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 86 persen dengan total Rp 1.467 triliun.
Rincian data BI memperlihatkan bahwa setiap komponen DPK valas mengalami pertumbuhan impresif. Tabungan valas memimpin dengan kenaikan 299 persen year on year mencapai Rp 260 triliun. Disusul oleh simpanan berjangka valas yang tumbuh 279 persen year on year menjadi Rp 451 triliun. Sementara itu giro valas juga tidak ketinggalan meningkat 102 persen secara tahunan dengan total Rp 873 triliun.

Di sisi lain DPK dalam mata uang rupiah juga menunjukkan performa positif. Pada Mei 2026 DPK rupiah mencapai Rp 8.113 triliun dengan pertumbuhan 96 persen year on year. Angka ini relatif stabil dibandingkan bulan April yang juga mencatat pertumbuhan serupa.
Komponen DPK rupiah turut berkontribusi pada stabilitas tersebut. Giro rupiah mencatat pertumbuhan paling tinggi yakni 246 persen secara tahunan mencapai Rp 2.346 triliun. Tabungan rupiah bertumbuh 87 persen year on year menjadi Rp 2.904 triliun. Sedangkan simpanan berjangka rupiah menunjukkan kenaikan tipis 04 persen year on year dengan total Rp 2.863 triliun.
Secara agregat total penghimpunan DPK pada Mei 2026 mencapai Rp 9.698 triliun atau naik 108 persen secara tahunan. Bank Sentral menjelaskan bahwa pendorong utama perkembangan ini adalah peningkatan signifikan pada giro dan tabungan. Pertumbuhan giro mencapai 204 persen year on year dan tabungan 102 persen year on year pada Mei 2026. Angka-angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh 159 persen dan 89 persen. Laporan BI tersebut dirilis pada Selasa 23 Juni 2026.







