faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG Jakarta pada sesi pertama perdagangan Jumat 4 September 2026 menunjukkan performa yang kurang memuaskan. Setelah sempat melambung 109 persen pada penutupan kemarin ke level 666789 kini indeks kebanggaan bursa Tanah Air itu justru tertekan tipis. Hingga pukul 1200 WIB IHSG anjlok 710 poin atau setara 011 persen bertengger di posisi 666079.
Pergerakan IHSG hari ini dibuka di angka 669569 sempat menyentuh puncak 670413 namun juga menyentuh titik terendah 663748. Data bursa menunjukkan dominasi saham yang melemah sebanyak 325 emiten sementara 266 saham menguat dan 196 lainnya stagnan. Mayoritas sektor perdagangan terpantau merosot tajam terutama sektor konsumer kesehatan industri dan teknologi. Hanya sektor energi yang berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi. Beberapa saham yang menjadi pemberat utama laju IHSG antara lain ASII SRAJ VKTR BRMS dan INDF.

Namun di balik pelemahan tipis indeks investor asing justru menunjukkan gairah beli yang signifikan. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas investor mancanegara membukukan aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp12485 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi I. Total transaksi yang melibatkan investor asing mencapai Rp407 triliun dengan rincian pembelian sebesar Rp210 triliun dan penjualan Rp197 triliun.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA menjadi primadona utama buruan asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp25821 miliar. Disusul ketat oleh PT Timah Tbk TINS yang diborong Rp9851 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN dengan Rp6748 miliar. Tak ketinggalan investor asing juga memborong saham perbankan raksasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI senilai Rp6411 miliar. Selain itu PT Petrosea Tbk PTRO dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI juga tak luput dari incaran dengan nilai masing-masing Rp2489 miliar dan Rp1989 miliar.
Di sisi lain beberapa saham justru dilepas masif oleh investor asing. PT Astra International Tbk ASII menjadi target jual terbesar dengan nilai mencapai Rp5751 miliar sejalan dengan perannya sebagai salah satu penekan utama IHSG hari ini. Kemudian PT Aneka Tambang Tbk ANTM juga dilepas Rp3875 miliar diikuti PT Indomonda Agrotama Tbk IATA sebesar Rp3126 miliar. Aksi jual juga terlihat pada PT Erajaya Swasembada Tbk ERAA Rp2297 miliar PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN Rp2131 miliar serta PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS Rp1808 miliar yang juga menjadi salah satu pemberat indeks.







