faseberita.id – Pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menyiapkan langkah besar untuk merevolusi sektor kesehatan nasional. Fokus utama dari ambisi ini adalah melakukan transformasi total terhadap Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Proyek ini diproyeksikan menjadi standar baru atau pilot project bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di bawah naungan Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa RSPP tidak boleh hanya sekadar rumah sakit biasa. Ia mendorong agar RSPP bertransformasi menjadi "Indonesia Hospital", sebuah institusi medis yang mampu menjadi kebanggaan nasional dan menjadi rujukan utama, baik di dalam negeri maupun bagi warga asing yang berkunjung ke Indonesia.

"Ini harus menjadi Indonesia Hospital. Jangan setengah-setengah. Kita ingin ini menjadi flagship atau rumah sakit unggulan kita. Jika orang datang ke Indonesia, mereka harus merasa bahwa rumah sakit kita adalah yang terbaik," tegas Dony dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi BP BUMN, Kamis (15/10/2026).
Langkah ambisius ini tidak main-main. Untuk mewujudkan visi tersebut, investasi besar senilai Rp581 miliar telah disiapkan. Dana fantastis tersebut akan dialokasikan untuk berbagai aspek krusial, mulai dari peningkatan kapasitas tempat tidur, pembenahan alur pelayanan medis, penguatan standar keselamatan pasien, hingga integrasi layanan digital yang akan memberikan pengalaman lebih nyaman bagi pasien.
Selain infrastruktur fisik, transformasi ini juga menyasar pada penguatan sumber daya manusia (SDM). IHC berencana melakukan perombakan besar-besaran dalam hal tenaga medis. Dalam dua tahun ke depan, sebanyak 40 dokter spesialis akan direkrut, dan angka ini akan terus ditambah dengan target 70 dokter spesialis baru pada tahun 2030.
Dony menekankan pentingnya penyegaran organisasi melalui kehadiran tenaga kerja muda. Menurutnya, kehadiran "darah baru" sangat diperlukan untuk mengubah budaya kerja di lingkungan rumah sakit agar lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan. "Kami perlu merekrut dokter, perawat, dan pekerja baru. Kami membutuhkan darah muda untuk mendorong transformasi budaya kerja," tambahnya.
Rencana transformasi ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 24 bulan. Namun, Dony meminta agar proses ini dipercepat sehingga seluruh target dapat tercapai pada pertengahan tahun 2028. Ia juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran direksi IHC agar melibatkan kontraktor profesional yang memiliki rekam jejak kuat dalam pembangunan fasilitas medis guna menjamin kualitas bangunan dan ketepatan waktu pengerjaan.
Keberhasilan transformasi RSPP nantinya diharapkan akan menjadi cetak biru (blueprint) bagi 38 rumah sakit lainnya yang berada di bawah pengelolaan IHC. Dengan menjadikan RSPP sebagai model, pemerintah berharap layanan kesehatan BUMN secara keseluruhan dapat mengalami lompatan kualitas yang signifikan, terutama dalam aspek medis, keselamatan, dan kenyamanan pasien.







