Jabar Siaga Mudik: 105 Titik Rawan Banjir-Longsor Teridentifikasi
CIREBON, faseberita.id – Menjelang arus mudik Lebaran, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merilis data yang menyoroti 105 titik rawan bencana di sepanjang jalur nasional Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 52 lokasi diidentifikasi sebagai titik rawan banjir, sementara 53 lainnya berpotensi longsor, menjadi perhatian serius untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan pemudik.

Menurut Rina Kumala Sari, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, sebaran titik rawan ini membentang luas, mulai dari wilayah Bekasi hingga Bogor.
"Titik rawan banjir itu adanya di Bekasi, kemudian di Parung, Bandung, Ciawi, dan juga di Cibadak," ungkap Rina saat ditemui di kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Cirebon pada Rabu, 11 Maret 2026.
Pemetaan menunjukkan sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai terhadap ancaman banjir. Area tersebut meliputi ruas jalan dari Parung hingga Bandung, lalu Pelabuhan Ratu hingga Surade. Perhatian khusus juga diberikan pada Kecamatan Jatiasih di Kota Bekasi, Sindangbarang, Cidaun, Purwakarta, Sumedang, Cileunyi, Tasikmalaya, sekitar Palimanan, Cipatujah, Kalapagenep, dan Pangandaran.
Sementara itu, lokasi-lokasi yang berisiko tinggi mengalami longsor tersebar di sekitar Cibinong hingga Cianjur, Cikembang, Tegalbuleud, Sindangbarang, Purwakarta hingga Sinumbra, sekitar Palimanan, Bojongloa, Cipasung, Kalapagenep, dan Pameungpeuk.
Rina menambahkan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat telah melakukan langkah antisipasi dini, termasuk pembersihan saluran air secara kolaboratif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). "Untuk Bekasi, ini adalah banjir kawasan, sehingga perlu penanganan yang lebih intensif dan cakupan yang lebih luas," jelasnya.
Tantangan utama yang dihadapi dalam persiapan mudik tahun ini adalah potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor. Kondisi ini juga berisiko memperparah kerusakan jalan akibat gerusan air, ditambah dengan beban dari kendaraan-kendaraan besar yang melintas.
Untuk menghadapi potensi bencana tersebut, unit tugas telah menyiapkan 117 unit Disaster Relief Unit (DRU) dan 31 unit alat UPR. Seluruh peralatan ini telah disebar di lokasi-lokasi yang diidentifikasi sebagai rawan bencana.
Rina menegaskan komitmen pihaknya untuk segera menangani setiap jalan yang terdampak bencana atau mengalami kerusakan seperti lubang. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan kelancaran arus mudik yang kini telah memasuki H-10 Lebaran, sehingga perjalanan pemudik dapat berlangsung aman dan nyaman.







