faseberita.id – Ambisi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk menggenjot penggunaan bahan bakar nabati seperti B50 dan E50 demi menekan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional ternyata membawa tantangan tersendiri. Campuran biofuel ini, baik etanol maupun biodiesel, berpotensi memengaruhi kinerja mesin diesel dan perangkat industri berat yang menjadi tulang punggung sektor vital. Menjawab urgensi proteksi sistem di era B50 dan E50, PT Nexar Clean Energy hadir dengan solusi energi hijau inovatif melalui teknologi filtrasi mutakhir.
Perusahaan yang fokus pada pemurnian minyak ini berkomitmen memperpanjang usia pakai mesin sekaligus menjaga kualitas cairan industri. Presiden Direktur PT Nexar Clean Energy, Yan Pieter Sibarani, menegaskan bahwa inovasi mereka dirancang khusus untuk menjamin keandalan perangkat industri berat seperti pembangkit listrik, sektor pertambangan, hingga armada transportasi.

Dalam lini "fuel clean line" dan "oil clean lines" serta efisiensi energi, PT Nexar Clean Energy menawarkan sederet solusi premium. Salah satunya adalah teknologi filtrasi ultrahalus Micfil 0,5 mikron asal Jerman yang telah teruji. Ke depan, perusahaan juga berencana mengembangkan solusi terintegrasi untuk panel surya dan sistem penyimpanan energi.
Bagaimana teknologi filtrasi ini berperan krusial di tengah gempuran program B50 dan E50? Pembahasan mendalam mengenai topik ini akan diulas oleh Mercy Widjaja bersama Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia FINI Arif Perdana Kusumah dalam program Closing Bell, faseberita.id, pada Jumat 18 September 2026.







