faseberita.id – Kabar mengejutkan datang dari PT Asuransi Bintang Tbk ASBI. Presiden Direktur Hastanto Sri Margi Widodo secara resmi melepas jabatannya sebagai pucuk pimpinan perusahaan sekaligus Direktur Teknik. Keputusan ini efektif mulai 30 September 2026 bertepatan dengan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB ASBI.
Surat pengunduran diri Hastanto menyebutkan alasan kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih sebagai pemicu utama. Langkah ini diambil demi menghindari kondisi yang lebih buruk. Pihak ASBI memastikan perubahan kepemimpinan ini tidak akan berdampak negatif signifikan pada operasional harian perusahaan. Seluruh tata kelola dan kepemimpinan disebut tetap berjalan normal di bawah koordinasi jajaran direksi yang ada.

Namun di balik pengunduran diri ini terkuak fakta lain yang tak kalah menghebohkan. Sebelumnya ASBI telah mengungkap dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi yang melibatkan oknum internal. Investigasi lanjutan perusahaan menemukan adanya praktik penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang TPPU yang dilakukan secara sistematis.
Dugaan kejahatan finansial ini disinyalir dilakukan secara kolektif dan terstruktur oleh divisi Sumber Daya Manusia HR. Dana yang digelapkan diperkirakan mencapai Rp400 juta setiap bulan selama kurun waktu minimal 25 tahun. Ini merupakan kerugian yang tidak sedikit bagi perusahaan asuransi tersebut.
Menanggapi temuan serius ini ASBI segera bertindak. Laporan dugaan tindak pidana telah disampaikan kepada kepolisian pada 31 Agustus 2026. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/3454/VIII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA dengan inisial terlapor JCM HCP dan SAA. Tak hanya itu tindakan fraud ini juga telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan OJK melalui sistem APOLO.
Meskipun menghadapi skandal ini ASBI berupaya menunjukkan fundamental keuangan yang kuat. Setelah memperhitungkan seluruh aset investasi yang digelapkan perusahaan mencatat Rasio Risk Based Capital RBC sebesar 14077 persen Rasio Kecukupan Investasi 17876 persen Rasio Likuiditas 10178 persen dan rasio pemenuhan SBN 328 persen per 31 Juli 2026.
Ekuitas ASBI tercatat sekitar Rp403 miliar secara unaudited berdasarkan standar keuangan PSAK 117. Dengan Available Capital mencapai Rp3718 miliar dan Required Capital Rp1779 miliar perusahaan membukukan New RBC Ratio sebesar 209 persen. Kondisi likuiditas yang sempat ketat kini mulai berhasil diatasi.
Perbaikan likuiditas ini didukung penuh oleh komitmen pemegang saham pengendali yang memberikan suntikan dana talangan. Selain itu ASBI juga mempercepat rencana pelepasan aset properti di Surabaya dan Jakarta. Langkah strategis ini diharapkan semakin memperkuat kondisi keuangan perusahaan di tengah badai yang menerpa.







