faseberita.id – Proyek Strategis Nasional PSN Pipa Gas Bumi Dumai-Sei Mangkei atau Dusem menunjukkan lonjakan progres yang mengesankan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM mengumumkan, hingga akhir Juli 2026 pembangunan fisik Segmen 2 proyek vital ini telah mencapai 32 persen melampaui target jadwal yang ditetapkan. Sebuah pencapaian luar biasa yang turut diiringi rekor keselamatan kerja.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengungkapkan capaian gemilang ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah mengakselerasi integrasi jaringan infrastruktur gas bumi nasional. Tak hanya itu proyek ini juga membanggakan catatan 300 ribu jam kerja aman tanpa insiden kecelakaan melibatkan sekitar 447 pekerja yang berdedikasi tinggi.

Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem dinilai krusial dalam memaksimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Integrasi jaringan pipa dari Sumatera Utara hingga Riau ini diproyeksikan akan memperkokoh ketahanan energi bangsa sekaligus memperluas distribusi pasokan energi bersih yang lebih merata bagi sektor industri maupun masyarakat luas.
Jalur pipa transmisi Dusem dirancang membentang sepanjang 5354 kilometer menghubungkan Stasiun Kompresor Gas SKG Belawan Sumatera Utara hingga Duri Riau. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2027 hingga awal 2028.
Pekerjaan dibagi menjadi dua segmen yang digarap secara simultan. Segmen 1 meliputi koneksi dari Belawan menuju Stasiun Labuhan Batu sementara Segmen 2 membentang 2668 kilometer dari Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri. Konsorsium KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor PT Brantas Abipraya Persero PT Sumber Bangun Sentosa dan PT Singgar Mulia bertanggung jawab atas pengerjaan Segmen 2.
Laode Sulaeman menegaskan meskipun percepatan pembangunan menjadi prioritas aspek keselamatan kerja dan kualitas konstruksi tidak boleh dikorbankan. Ia menginstruksikan seluruh personel untuk menerapkan standar Health Safety Security and Environment HSSE secara ketat serta proaktif memitigasi setiap potensi bahaya sejak dini.
Selain itu Laode juga menekankan pentingnya pekerjaan penggalian terbuka atau open cut agar memenuhi spesifikasi kedalaman sesuai ketentuan teknis. Kepatuhan terhadap standar ini esensial untuk menjamin keamanan pipa dalam jangka panjang dan akan menjadi tolok ukur dalam uji kelayakan teknis serta audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan BPK. Percepatan fisik harus sejalan dengan jaminan keselamatan dan kualitas teknis pekerjaan.

