faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil unjuk gigi dengan kenaikan 040 persen mencapai level 646243 pada perdagangan Kamis lalu. Kinerja positif ini didukung oleh sejumlah emiten kakap yang menjadi motor penggerak utama. Saham-saham seperti BMRI melonjak 211 persen DSSA menguat 323 persen dan DCII tumbuh 150 persen memimpin deretan penguatan. Namun tidak semua emiten bernasib sama AMMN tergelincir 485 persen TLKM melemah 263 persen dan SRAJ terkoreksi 403 persen.
Investor asing tak mau ketinggalan memborong saham dengan membukukan pembelian bersih Rp15269 miliar di pasar reguler dan total Rp16016 miliar di seluruh pasar. Hampir seluruh sektor industri kompak menghijau sepuluh dari sebelas sektor mengalami kenaikan. Sektor Konsumer Siklikal mencatat performa terbaik dengan kenaikan 163 persen sementara sektor Kesehatan menjadi satu-satunya yang tertekan dengan penurunan 055 persen.

Sentimen positif juga merambat dari bursa Amerika Serikat. Dow Jones menguat 061 persen S&P 500 naik 114 persen dan Nasdaq melonjak 169 persen. Meredanya kekhawatiran terkait pasokan minyak di Arab Saudi turut menekan harga komoditas tersebut. Di pasar domestik ETF EIDO naik 095 persen dan MSCI Indonesia menguat 024 persen.
Di tengah riuhnya pasar sejumlah emiten melancarkan manuver strategis yang patut dicermati. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk INET mengambil langkah berani dengan mengakuisisi 60 persen saham PT Sarana Global Indonesia SGI senilai Rp28040 miliar. Angka ini setara 735 persen dari ekuitas INET yang mencapai Rp381 triliun menjadikan transaksi ini bukan kategori material maupun afiliasi.
Akuisisi ini dilakukan melalui pembelian 180 ribu saham baru SGI menjadikan SGI entitas anak INET. Langkah ini memperlebar sayap bisnis INET ke sektor engineering procurement and construction EPC serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk jaringan serat optik dan kabel listrik. Ini melengkapi bisnis inti INET di jaringan serat optik yang kini tengah mengembangkan tulang punggung jaringan serat optik nasional sepanjang 21800 kilometer. SGI membawa pengalaman berharga dari proyek Palapa Ring serta kontrak pemeliharaan jangka panjang yang menjamin pendapatan berulang dan armada kabel laut. Dengan sinergi ini INET memiliki kapabilitas terintegrasi untuk membangun mengoperasikan dan memelihara infrastruktur kabel bawah laut dalam satu ekosistem.
Tak mau kalah PT Sariguna Primatirta Tbk CLEO juga tancap gas menggenjot kapasitas produksi hingga 2026. Pabrik di Palu dijadwalkan beroperasi kuartal III 2026 disusul fasilitas di Pontianak dan Pekanbaru pada kuartal IV 2026. Ekspansi ini akan memperluas jangkauan jaringan produksi CLEO yang saat ini memiliki 33 pabrik air minum. Penambahan kapasitas ini sejalan dengan performa gemilang CLEO pada semester I 2026. Penjualan bersih melonjak 2378 persen secara tahunan YoY menjadi Rp169 triliun dan laba bersih ikut terkerek 2704 persen YoY menjadi Rp26251 miliar. Produk botol menjadi kontributor utama pendapatan. Memasuki paruh kedua 2026 CLEO juga memperluas jaringan distribusi dengan 11000 mitra dan 500 titik distribusi internal. Perseroan juga merilis produk baru CLEO Galon Praktis 15 Liter pada 5 September 2026 yang diklaim 100 persen bebas BPA.
Sementara itu PT Merdeka Battery Materials Tbk MBMA berencana menggelar aksi korporasi menarik yakni pembelian kembali saham buyback sebanyak-banyaknya 147 miliar saham. Dana maksimal Rp138 triliun telah disiapkan termasuk biaya jasa perantara dan lainnya. MBMA memperkirakan buyback ini tidak akan menggerus pendapatan maupun mengubah biaya pembiayaan perseroan. Berdasarkan proforma laba per saham dasar tercatat US$000028 dan tidak mengalami perubahan material. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap US$2995 juta. Dengan buyback ini rata-rata tertimbang jumlah saham beredar secara proforma turun dari 10799 miliar menjadi 10653 miliar saham. Program buyback ini akan berlangsung maksimal tiga bulan mulai 17 September hingga 16 Desember 2026.
Penting untuk diingat bahwa setiap analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.







