faseberita.id – Revolusi kendaraan rendah emisi di Indonesia ternyata melaju jauh lebih cepat dari perkiraan semula. Penjualan kendaraan elektrifikasi menunjukkan lonjakan luar biasa sepanjang semester pertama tahun 2026, sebuah sinyal kuat dari pergeseran preferensi konsumen. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan data mengejutkan ini saat membuka ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di BSD City Tangerang Banten pada 30 Juli 2026.
Menurut Menperin Agus, total penjualan kendaraan listrik mencapai 117 ribu unit dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka fantastis ini menandai peningkatan sebesar 694 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Artinya satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli masyarakat Indonesia kini sudah merupakan kendaraan elektrifikasi. Lima tahun lalu angka ini bahkan belum terbayangkan," tegas Agus menyoroti percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan.

Meski demikian pemerintah tidak menganakemaskan satu jenis teknologi tertentu. Agus menegaskan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) hybrid plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) mesin pembakaran internal (ICE) yang semakin efisien hingga pemanfaatan biodiesel dan bioetanol semuanya memiliki tujuan mulia yang sama. Yakni menekan emisi gas buang sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. "Yang ingin kita percepat adalah pencapaian tujuannya bukan menyeragamkan caranya," imbuh Agus.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melalui Sekretaris Umum Kukuh Kumara memprediksi penjualan mobil PHEV akan terus meroket. Data Gaikindo menunjukkan penjualan grosir PHEV pada Januari hingga Mei 2026 mencapai 2601 unit sebuah lonjakan fantastis 4161 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kukuh menjelaskan daya tarik utama PHEV terletak pada fleksibilitasnya yang masih bisa menggunakan bahan bakar fosil. Keunggulan ini menjadi solusi cerdas di tengah tantangan minimnya infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang masih terpusat di kota-kota besar.
Di sisi lain Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Periklindo Prabowo Kartoleksono mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) juga tidak kalah pesat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026 penjualan grosir BEV mencapai 57087 unit atau tumbuh 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Prabowo mengungkapkan lonjakan ini didorong oleh gempuran inovasi dari para produsen yang semakin agresif menghadirkan kendaraan listrik dengan teknologi canggih dan banderol yang kian bersaing. "Bahkan kadang bisa lebih murah dibanding kendaraan bensin (ICE) sekelasnya," pungkas Prabowo dalam keterangan tertulis.

