News  

BI Ungkap Lonjakan Kredit Bank Bikin Melongo

admin

faseberita.id – Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data yang menunjukkan geliat luar biasa di sektor perbankan. Kredit yang disalurkan bank-bank di Tanah Air melonjak signifikan, mencapai 12,67 persen secara tahunan pada Juni 2026. Angka ini menandai percepatan pertumbuhan yang impresif, jauh melampaui capaian bulan sebelumnya di Mei 2026 yang tercatat 11,51 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, pendorong utama di balik lonjakan ini adalah kucuran kredit investasi yang meroket hingga 24,9 persen. Tak hanya itu, kredit modal kerja juga menunjukkan peningkatan solid sebesar 8,49 persen, diikuti oleh kredit konsumsi yang tumbuh 5,75 persen. Dengan tren positif ini, BI optimistis pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap berada dalam rentang 8 hingga 12 persen.

BI Ungkap Lonjakan Kredit Bank Bikin Melongo
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Meski penyaluran kredit menunjukkan performa cemerlang, data fasilitas pinjaman yang belum terpakai atau undisbursed loan justru menunjukkan penurunan. Pada Juni, jumlahnya tercatat Rp 2.490 triliun, atau sekitar 21,52 persen dari total plafon yang tersedia. Angka ini lebih rendah dibandingkan Mei yang mencapai Rp 2.576 triliun atau 22,41 persen. Penurunan ini bisa diartikan sebagai indikasi bahwa dana yang disiapkan bank semakin efisien terserap oleh pasar.

Perry menambahkan, minat perbankan untuk menyalurkan kredit atau lending appetite masih sangat longgar. Kondisi ini ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga kuat, mencapai 10,21 persen secara tahunan. BI berharap, dinamika suku bunga perbankan, ditambah dengan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), akan semakin memacu ekspansi kredit.

Tercatat, suku bunga deposito satu bulan pada Juni 2026 berada di level 4,76 persen, sementara suku bunga kredit perbankan mencapai 8,81 persen. Keputusan BI untuk menahan BI-Rate di angka 5,75 persen, setelah sebelumnya melakukan tiga kali kenaikan berturut-turut antara Mei hingga Juni, turut menjadi faktor penyeimbang yang diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *