faseberita.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melontarkan keyakinan penuh bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menyaingi bahkan melampaui kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika yang kini dikuasai Cina. Pernyataan ini disampaikan Airlangga saat berkunjung ke Shanghai, Sabtu 18 Juli 2026, menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak tertinggal dalam revolusi industri 4.0.
Cina memang telah menunjukkan lompatan luar biasa dalam penerapan AI dan robotika di berbagai sektor. Melihat langsung inovasi di pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center, Airlangga menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk segera mengejar ketertinggalan dan beradaptasi dengan perkembangan global.

WAIC, yang telah rutin digelar sejak 2018, merupakan salah satu ajang pertemuan terbesar di dunia yang membahas AI, komputasi cerdas, dan kecerdasan berwujud. Edisi 2026 ini digelar di tiga lokasi berbeda di Shanghai, menghadirkan 1.400 pembicara internasional, termasuk sembilan peraih penghargaan Nobel dan Turing Award. Lebih dari 1.100 perusahaan turut memamerkan 3.000 produk dan teknologi mutakhir, dengan 300 di antaranya meluncurkan debut global.
Airlangga terkesima dengan pesatnya perkembangan industri robotika Cina yang menunjukkan fleksibilitas luar biasa. "Perkembangan industri robotika mereka betul-betul berkembang dan punya fleksibilitas yang luar biasa, terutama untuk banyak pekerjaan yang bisa dilakukan menggunakan robot," ujarnya. Ia menyoroti bagaimana robot-robot ini mampu mengambil alih berbagai tugas, membuka peluang efisiensi dan inovasi yang belum terbayangkan sebelumnya.
Dalam kunjungannya, Airlangga secara khusus menyambangi tiga stan inovatif. Pertama, Unitree Robotics dari Hangzhou, perusahaan yang didirikan pada 2016 dan terkenal dengan robot berkaki serta robot humanoid berperforma tinggi. Unitree, yang sempat tampil di CCTV Spring Festival Gala, memukau dengan demonstrasi robot G1 dan H2 yang melakukan gerakan kung fu otonom, termasuk backflip, parkour, dan koreografi "Drunken Fist".
Selanjutnya, Airlangga mengunjungi Deep Robotics, juga berbasis di Hangzhou, yang fokus pada sistem robotika dan komponen inti sejak 2017. Perusahaan ini unggul dengan seri robot Jueying, yang dirancang untuk aplikasi industri seperti inspeksi jaringan listrik, pencarian dan penyelamatan, serta pemantauan lingkungan berbahaya.
Stan ketiga adalah Connected and Intelligent Technologies Co Ltd (CICT), sebuah BUMN di bawah China Information Technology Group. Sejak 2012, CICT berdedikasi pada industri kendaraan cerdas terhubung (ICV) dan transportasi pintar. Mereka mengembangkan teknologi C-V2X (Cellular Vehicle-to-Everything) serta solusi terintegrasi untuk kolaborasi kendaraan-jalan, konektivitas cerdas, mengemudi otonom, dan kokpit cerdas.
Temuan dan pengalamannya di Shanghai akan segera dilaporkan Airlangga kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam pengembangan AI, robotika, dan sektor energi terbarukan. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan masa depan Indonesia yang kompetitif dan berdaya saing global.

