faseberita.id – Raksasa penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International atau MSCI membuat gebrakan baru dengan mengubah kebijakan penyaringan untuk saham-saham yang menunjukkan lonjakan harga ekstrem atau Extreme Price Increase EPI. Aturan revolusioner ini akan mulai diterapkan secara efektif pada tinjauan Agustus 2026 mendatang. Perubahan ini tentu memantik perhatian para pelaku pasar dan investor di seluruh dunia.
Dalam pengumuman resminya MSCI menjelaskan emiten yang menunjukkan lonjakan harga ekstrem dengan Faktor Inklusi Asing Foreign Inclusion Factor FIF di atas atau sama dengan 075 kini akan dikecualikan dari proses penyaringan EPI. Mereka berpeluang besar masuk ke Standard Index asalkan memenuhi semua kriteria inklusi indeks lainnya. Namun jika FIF kurang dari 075 saham tersebut tidak akan langsung masuk Standard Index dan akan dievaluasi ulang pada periode tinjauan selanjutnya.

Bagaimana dengan saham-saham EPI yang berada di Small Cap Index MSCI juga menetapkan perlakuan berbeda berdasarkan nilai kapitalisasi pasar mereka. Saham dengan kapitalisasi pasar penuh di bawah 18 kali ambang batas Standard Index atau kapitalisasi pasar berbasis free float di bawah 18 kali setengah ambang batas akan tetap dipertahankan dalam Small Cap Index. Sebaliknya saham yang memiliki kapitalisasi pasar penuh dan berbasis free float sama dengan atau di atas 18 kali ambang batas tidak akan ditambahkan ke Standard Index. Bahkan saham-saham ini akan dihapus dari Small Cap Index namun tetap dipertahankan dalam market investable universe untuk penilaian ulang apakah layak masuk Standard Index pada tinjauan berikutnya.
Perlu dicatat saat ini MSCI masih menerapkan pembekuan terhadap saham-saham dari Indonesia. Sebelumnya pada rebalancing Mei lalu enam emiten papan atas Indonesia harus rela didepak dari Global Standard Index. Enam perusahaan tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN PT Barito Renewables Energy Tbk BREN PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT. Khusus untuk AMRT atau Alfamart perusahaan ritel ini kemudian dipindahkan ke Global Small Cap Index.


