faseberita.id – Kota Yogyakarta bersiap menyongsong era baru transportasi ramah lingkungan. Pemerintah Kota Yogyakarta mengumumkan rencana ambisius untuk menggenjot jumlah becak listrik secara signifikan. Anggaran fantastis disiapkan demi mewujudkan transformasi moda transportasi yang tak hanya modern namun juga berkelanjutan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan komitmennya untuk memperluas armada becak listrik. Langkah ini diambil menyusul peluncuran resmi becak listrik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta pada pertengahan Juli lalu. Hasto mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan di kawasan ikonik Malioboro saja setidaknya diperlukan tambahan sekitar 700 unit. Saat ini baru 320 unit becak listrik yang beroperasi.

Guna mengatasi defisit armada Pemkot Yogyakarta aktif menjalin kerja sama dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara BUMN untuk mendapatkan dukungan tambahan. Tak hanya itu dana cadangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD 2027 juga disiapkan sebagai jaring pengaman. "Kami telah mengajukan proposal ke beberapa mitra namun kami juga siapkan backup dari APBD 2027 jika bantuan belum mencukupi" jelas Hasto.
Mantan Bupati Kulon Progo dua periode itu memperkirakan dibutuhkan alokasi dana sekitar Rp 10-15 miliar untuk mencapai target 1.000 unit becak listrik pada tahun depan. Estimasi ini didasarkan pada harga per unit becak listrik yang kini mencapai sekitar Rp 35 juta.
Tak berhenti pada penambahan unit pemerintah juga membangun ekosistem pendukung yang komprehensif. Infrastruktur vital seperti 12 titik stasiun pengisian daya dan tiga armada layanan servis bergerak atau bengkel keliling akan disediakan. Ini memastikan operasional becak listrik berjalan lancar dan setiap kendala dapat segera diatasi. Lokasi stasiun pengisian daya pun akan didiskusikan langsung dengan para pengayuh becak agar tepat sasaran.
Inisiatif elektrifikasi transportasi tradisional di Yogyakarta ini juga mendapat sokongan dari Kementerian Keuangan berupa hibah 80 unit becak listrik melalui Pusat Investasi Pemerintah PIP. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya peran lokal dalam proyek ini. Seluruh rantai produksi melibatkan 100 persen tenaga kerja lokal Yogyakarta melalui program teaching factory di SMK Negeri 3 Yogyakarta. "Saya titip stasiun pengisian daya harus benar-benar menyala mudah digunakan dan dirawat dengan baik" pesan Purbaya.
Ary Tjahyono Presiden Direktur PT Langit Biru Istimewa LBI selaku produsen becak listrik menjelaskan bahwa inovasi ini bukan untuk menyingkirkan pengayuh tradisional. Sebaliknya becak listrik dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka memungkinkan mereka bersaing dengan kendaraan bermotor bensin. "Pengayuh becak bekerja sangat keras. Unit ini hadir sebagai ‘kaki tangan’ yang meringankan beban tenaga sekaligus meningkatkan pendapatan mereka" ujar Ary.
Secara teknis becak listrik ini dikembangkan dengan metode reverse engineering untuk menjamin standar keamanan optimal dan telah mengacu pada Surat Edaran Dirjen Hubdar/Kemenhub Nomor AJ. 005/3/5/DJPD/2019 sehingga legal beroperasi di jalur pariwisata. Kendaraan ini ditenagai motor listrik 750 Watt dengan torsi 100 NM mampu mengangkut beban hingga 300 kilogram dan menaklukkan tanjakan kemiringan 15 persen.
Menggunakan sistem kelistrikan tegangan rendah 48 Volt dengan sertifikasi tahan debu dan air IP67 becak listrik ini mengandalkan baterai LiFePo4 yang menawarkan daya jelajah hingga 50 kilometer dengan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam untuk sekali pengisian. Dari perspektif lingkungan penggunaan becak listrik ini diklaim mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan mendukung visi Yogyakarta sebagai kota yang lebih hijau.

