News  

Terungkap Danantara Siap Suntik Dana Perusahaan Swasta

admin
Terungkap Danantara Siap Suntik Dana Perusahaan Swasta

faseberita.id – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mendesak Badan Pengelola Investasi Danantara untuk segera mengulurkan tangan membantu pendanaan korporasi swasta. Sasarannya adalah perusahaan dengan manajemen solid namun tengah menghadapi krisis modal kerja. Bahkan tak menutup kemungkinan Danantara akan mengambil alih kendali perusahaan yang sudah tidak mampu beroperasi.

Pernyataan ini disampaikan Said Iqbal dalam pertemuan di Wisma Danantara Jakarta pada Rabu 1 Juli 2026 silam. Klaim Iqbal ini muncul setelah ia mencapai kesepakatan dengan Chief Executive Officer PT Danantara Asset Management Dony Oskaria dalam pertemuan intensif sehari sebelumnya. Kesepakatan ini membuka jalan bagi Danantara untuk berperan aktif dalam penyelamatan ekonomi nasional.

Terungkap Danantara Siap Suntik Dana Perusahaan Swasta
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Sebagai contoh konkret Iqbal menunjuk PT Pakerin raksasa industri kertas yang kini terhuyung. Melalui sinergi dengan bank-bank BUMN Danantara berencana memfasilitasi pinjaman modal senilai Rp 400 miliar bagi Pakerin dengan jaminan aset perusahaan yang mencapai Rp 600 miliar. Namun langkah krusial pertama adalah memastikan kesehatan finansial PT Pakerin secara menyeluruh sebelum dana digulirkan.

Potensi penyerapan kembali sekitar 2.700 karyawan menjadi harapan besar jika PT Pakerin berhasil bangkit. Danantara berkomitmen penuh untuk memberikan segala kemudahan asalkan PT Pakerin mampu kembali beroperasi secara optimal dan produk-produk unggulan mereka diyakini akan kembali bersaing di pasar. Beberapa bank BUMN yang siap menjadi mitra penyalur pinjaman antara lain BRI Bank Mandiri BTN dan BNI. Pencairan pinjaman akan dilakukan setelah perusahaan lolos uji kelayakan ketat dari perbankan.

Sebelumnya Iqbal sempat menyoroti nasib 2.500 pekerja PT Pakerin di Mojokerto Jawa Timur yang terancam pemutusan hubungan kerja PHK. Kunjungan Iqbal ke lokasi beberapa waktu lalu mengungkap fakta pahit operasional pabrik hanya berjalan 20 persen dari kapasitas penuh. Potensi penutupan pabrik ini dikhawatirkan akan memukul telak roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *