News  

KKP Siapkan 20 Ribu Awak untuk Armada Perikanan Modern

admin

Jakarta, faseberita.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan rencana ambisius untuk merekrut sekitar 20.000 awak kapal perikanan. Perekrutan besar-besaran ini ditujukan untuk mengisi kebutuhan operasional 1.582 unit kapal perikanan modern yang tengah dibangun, sebagai bagian dari upaya modernisasi sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Pengumuman ini disampaikan di Jakarta pada Kamis, 30 April 2026.

Lotharia Latif, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, menyoroti urgensi ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengoperasikan armada baru ini. "Pengoperasional kapal-kapal modern ini tentu membutuhkan kompetensi, membutuhkan sumber daya, membutuhkan skill yang memang betul-betul baik," tegas Latif dalam konferensi pers yang sama.

KKP Siapkan 20 Ribu Awak untuk Armada Perikanan Modern
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Latif menambahkan bahwa proyek pembangunan ribuan kapal modern ini masih dalam tahap pengerjaan. Proses konstruksi melibatkan sejumlah galangan kapal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, KKP aktif mendata galangan kapal yang memenuhi kualifikasi dan memiliki tenaga kerja kompeten untuk memastikan kualitas pembangunan armada.

Rincian armada modern tersebut mencakup:

  • 1.000 unit kapal berukuran 30 Gross Tonnage (GT).
  • 557 unit kapal berukuran 200 GT.
  • 20 unit kapal berukuran 500 GT (untuk penangkapan).
  • 5 unit kapal berukuran 500 GT (untuk pengangkut logistik).

Latif merinci lebih lanjut alokasi dan pengelolaan kapal-kapal ini. Seribu unit kapal 30 GT akan diintegrasikan dengan program 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang dibangun pemerintah, dengan pengelolaan diserahkan kepada komunitas kampung nelayan tersebut. Sementara itu, 557 unit kapal 200 GT akan dioperasikan untuk penangkapan di laut lepas. Untuk 25 unit kapal 500 GT (termasuk 5 unit pengangkut), akan difungsikan sebagai dukungan logistik dan operasional, serta akan dikelola oleh BUMN di bidang perikanan, PT Agrinas Jaladri.

Kebutuhan awak kapal bervariasi tergantung ukuran kapal. Untuk 1.000 unit kapal 30 GT, diperkirakan memerlukan sekitar 10.000 awak. Kapal 200 GT membutuhkan sekitar 9.498 awak, sementara 25 unit kapal 500 GT akan diisi oleh sekitar 625 awak. Total, kebutuhan tenaga kerja mencapai lebih dari 20.000 orang. Latif menjelaskan bahwa setiap kapal akan dilengkapi dengan komponen awak inti seperti nahkoda, fishing master, kepala kamar mesin, perwira, dan anak buah kapal. "Nantinya semua bisa diisi oleh orang-orang kita, yang lulusan-lulusan dari sekolah-sekolah pelayaran, kemudian dari politeknik perikanan kita," ungkapnya, menunjukkan komitmen untuk memberdayakan SDM lokal.

Proses perekrutan awak kapal perikanan ini akan dilakukan secara daring. Calon awak kapal akan melalui serangkaian tahapan seleksi ketat, meliputi pemeriksaan kesehatan, wawancara, dan tes psikologi. I Nyoman Radiarta, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KKP, menambahkan bahwa setelah berhasil melewati seleksi awal, para calon awak kapal akan menjalani program pengembangan kompetensi. "Jika mereka lulus dalam satu proses, kemudian juga kita melakukan familiarisasi kapal modern," jelas Radiarta, memastikan bahwa awak kapal tidak hanya terampil tetapi juga akrab dengan teknologi dan operasional kapal modern. Program ini juga akan mencakup perolehan sertifikat sesuai keahlian masing-masing.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *