Wamenkeu: Ekonomi Indonesia Diprediksi Makin Melesat Awal 2026
JAKARTA, faseberita.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan keyakinan kuatnya bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 akan melampaui capaian kuartal IV 2025 yang sebesar 5,39 persen. Optimisme ini didasari oleh menguatnya sejumlah indikator ekonomi fundamental, terutama dari sisi konsumsi domestik dan penyerapan tenaga kerja.

Berbicara di Hotel Kempinski pada Selasa, 10 Februari 2026, Juda menjelaskan bahwa angka pertumbuhan 5,39 persen di akhir tahun 2025, meski sudah baik, masih berada di bawah potensi maksimalnya. "Pertumbuhan 5,39 persen pada kuartal IV 2025 itu masih di bawah potensinya. Jadi artinya kalau di bawah potensinya masih bisa didorong," ujar Juda, mengindikasikan ruang untuk akselerasi lebih lanjut.
Lebih lanjut, Juda menggarisbawahi pentingnya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti hubungan erat antara pertumbuhan ekonomi, keyakinan konsumen, dan kondisi sosial ekonomi secara keseluruhan. "Kalau kita lihat di sisi konsumen, itu indeks keyakinan konsumen itu menaikkan lebih kan. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," tambahnya, menunjukkan sinyal positif dari sisi permintaan domestik.
Menurut Juda, tantangan krusial berikutnya adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat diterjemahkan menjadi penciptaan lapangan kerja yang signifikan dan penurunan angka kemiskinan. Kabar baik datang dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terakhir pada November 2025. Data tersebut menunjukkan penambahan tenaga kerja sebanyak 1,37 juta orang dalam satu kuartal, sebuah angka yang patut diapresiasi mengingat rata-rata penambahan dalam setahun biasanya berkisar 3 juta orang.
Capaian ini, lanjut Juda, mencerminkan bahwa pertumbuhan ekonomi telah berhasil mendorong pembukaan lapangan pekerjaan secara substansial. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya menjaga dan memperkuat momentum positif ini di awal tahun 2026. "Inilah momentum yang harus kita dorong di kuartal I ini juga. Momentumnya sudah bagus, 5,39 persen. Ini di kuartal I 2026 kita harapkan lebih baik lagi," tegasnya.
Secara komparatif, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menempati posisi yang membanggakan di tingkat regional, berada dalam lima besar. Indonesia menduduki peringkat keempat, di bawah Vietnam yang tumbuh di atas 8 persen, serta Malaysia dan Singapura yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 5,7 persen. Capaian Indonesia juga mengungguli negara-negara ekonomi besar lainnya seperti Arab Saudi (4,9 persen) dan Tiongkok (4,5 persen), menegaskan resiliensi dan potensi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.







