News  

KRL Jabodetabek Makin Kuat: 11 Rangkaian INKA Siap Beroperasi

admin
KRL Jabodetabek Makin Kuat: 11 Rangkaian INKA Siap Beroperasi

faseberita.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan penambahan 11 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) baru buatan PT Industri Kereta Api (INKA) dapat mulai beroperasi penuh sebelum Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis KAI untuk memperkuat layanan KRL di wilayah Jabodetabek, seiring dengan terus meningkatnya volume penumpang harian yang semakin padat.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan target tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR pada Senin, 9 Februari 2026. "Kami harapkan 11 trainset akan bisa kami operasikan sebelum bulan Juli tahun 2026 ini," ujarnya, menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas angkut.

KRL Jabodetabek Makin Kuat: 11 Rangkaian INKA Siap Beroperasi
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Pengadaan KRL baru ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan PT INKA. Kontrak awal yang mencakup 192 unit atau 16 rangkaian kereta ditandatangani pada 9 Maret 2023, kemudian diperkuat dengan addendum pada 18 Desember 2023. Proyek senilai Rp 3,85 triliun ini dilaksanakan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator utama KRL.

Bobby Rasyidin merinci, dari total 16 rangkaian yang dipesan dari INKA, empat rangkaian telah berhasil dioperasikan sepanjang tahun 2025. Sementara itu, satu rangkaian lainnya masih dalam tahap uji coba pada Desember 2025 dan kini tengah dipersiapkan untuk segera melayani masyarakat.

Selain pengadaan dari produsen dalam negeri, KAI juga melakukan impor KRL dari CRRC Qingdao Sifang Co. Ltd asal Cina untuk memenuhi kebutuhan armada yang mendesak. Terdapat dua kontrak pengadaan yang diteken oleh KCI dengan pabrikan tersebut. Kontrak pertama pada 31 Januari 2024 mencakup 36 unit atau tiga rangkaian kereta senilai Rp 83 miliar. Disusul kontrak kedua pada 8 Mei 2024 yang meliputi 96 unit atau delapan rangkaian kereta dengan nilai Rp 2,2 triliun.

Seluruh KRL impor dari Cina ini telah beroperasi penuh sepanjang tahun 2025. Tiga rangkaian dari kontrak pertama mulai melayani penumpang sejak kuartal I 2025, diikuti oleh delapan rangkaian dari kontrak kedua yang juga telah dioperasikan pada tahun yang sama. "Jadi, total KRL dari Qingdao China yang telah beroperasi itu adalah 11 trainset atau sebanyak 132 kereta," jelas Bobby.

Dengan demikian, hingga 31 Desember 2025, total 16 trainset KRL baru telah tiba dan beroperasi, terdiri dari 11 rangkaian asal CRRC Qingdao Sifang Cina dan lima rangkaian produksi PT INKA.

Sebagai pelengkap upaya modernisasi, KAI juga menjalankan program retrofit atau peremajaan KRL. Saat ini, dua rangkaian kereta sedang dalam proses peremajaan bersama PT INKA dengan nilai kontrak mencapai Rp 25 miliar, memastikan armada yang ada tetap prima dan aman.

Bobby sebelumnya menjelaskan bahwa mayoritas armada KRL Jabodetabek saat ini didominasi oleh kereta bekas impor, dengan usia operasional yang bahkan melampaui 30 tahun. KAI mengimpor 780 unit kereta bekas dari East Japan Railway Company dan 128 unit dari Tokyo Metro. Kondisi ini, ditambah dengan jumlah KRL baru yang masih terbatas – yakni 132 unit atau 11 trainset dari CRRC Sifang dan 48 unit atau empat trainset dari PT INKA – menyebabkan komposisi armada belum sebanding dengan laju pertumbuhan jumlah penumpang.

Data menunjukkan, jumlah penumpang KRL Jabodetabek saat ini berada di kisaran 1,1 juta orang per hari. Angka ini sempat melonjak signifikan hingga 1,3 juta penumpang per hari pada periode Juni–Juli 2025. KAI memperkirakan volume harian akan tetap tinggi hingga akhir tahun, di rentang 1,2–1,25 juta penumpang. Dengan proyeksi tingkat okupansi KRL pada jam puncak di tahun 2030 yang bisa mencapai 630 persen – atau sekitar enam kali lipat dari kondisi saat ini – penambahan dan peremajaan armada menjadi sebuah keharusan untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *