News  

Terobosan Dagang RI: AS Geser India, Surplus Melonjak!

admin
Terobosan Dagang RI: AS Geser India, Surplus Melonjak!

faseberita.id, Jakarta – Amerika Serikat berhasil menorehkan catatan gemilang sebagai negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia sepanjang tahun 2025. Kementerian Perdagangan mengumumkan, surplus perdagangan Indonesia dengan Negeri Paman Sam mencapai angka fantastis US$18,11 miliar, menggeser posisi India yang dalam beberapa waktu terakhir kerap mendominasi daftar tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam sebuah jumpa pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (6/2/2026). "Kalau kami lihat, surplus terbesar kita justru ke Amerika, kemudian India, Filipina, Belanda, dan Vietnam," terang Budi, merinci peta mitra dagang utama Indonesia.

Terobosan Dagang RI: AS Geser India, Surplus Melonjak!
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Di belakang Amerika Serikat, India menempati urutan kedua dengan surplus senilai US$13,49 miliar. Disusul oleh Filipina yang menyumbang US$8,42 miliar, Belanda dengan US$4,81 miliar, dan Vietnam melengkapi lima besar dengan nilai US$4,47 miliar.

Budi Santoso menekankan bahwa pergeseran dominasi ini merefleksikan perubahan signifikan dalam peta mitra dagang utama Indonesia, terutama di tengah gejolak dan dinamika perdagangan global sepanjang tahun 2025. Ia menambahkan, pencapaian kinerja perdagangan yang impresif ini diraih di tengah tantangan berat, termasuk ketegangan geopolitik yang memanas, peningkatan proteksionisme di berbagai negara, serta penurunan harga komoditas unggulan Indonesia yang cukup signifikan.

Sebagai contoh, harga crude palm oil (CPO) tercatat anjlok 16,2 persen, sementara harga batu bara juga merosot tajam hingga 19,7 persen di pasar internasional. "Penurunan harga komoditas-komoditas strategis ini tentu saja sangat memengaruhi kinerja ekspor utama kita, mengingat kontribusinya yang besar terhadap total ekspor nasional," jelas Budi.

Kendati demikian, Indonesia berhasil menunjukkan resiliensi luar biasa. Kinerja ekspor nasional justru mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025, dengan peningkatan nilai sebesar 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, ekspor nonmigas menunjukkan performa yang lebih impresif, melonjak hingga 7,66 persen. Sektor manufaktur juga menjadi penopang, dengan peningkatan ekspor pada kelompok produk seperti aluminium dan barang turunannya, serta produk kimia.

Sejalan dengan pertumbuhan ekspor yang solid, neraca perdagangan Indonesia secara keseluruhan juga mencatatkan lonjakan surplus yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, total surplus perdagangan mencapai US$41,05 miliar, melesat 31,03 persen dari tahun sebelumnya. Capaian membanggakan ini sekaligus menandai rekor surplus perdagangan Indonesia selama 68 bulan berturut-turut, sebuah konsistensi yang patut diacungi jempol.

"Dalam kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian sekalipun, harapan kami adalah Indonesia dapat terus meningkatkan kinerja ekspornya, menjaga momentum positif ini demi pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Budi Santoso, optimistis.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *