Surabaya, faseberita.id – Jumlah korban tewas akibat ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus bertambah. Tim SAR Gabungan mengkonfirmasi total korban meninggal dunia kini mencapai 17 orang, setelah penemuan potongan tubuh di reruntuhan pada Sabtu (4/10).
Kasubdit RPDO Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa potongan kaki kanan ditemukan di sektor A1, area depan reruntuhan. Potongan tubuh tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polda Jatim.

Sebelumnya, tim SAR juga menemukan dua jenazah di sektor A2 pada hari yang sama. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa proses evakuasi sangat menantang karena korban tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang berat.
“Tim SAR harus berhati-hati mengangkat puing, memotong rangka besi, sebelum mengevakuasi korban,” ujar Nanang. Alat berat sempat digunakan, namun dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan manual demi keselamatan.
Hingga Sabtu sore, total 121 korban telah ditemukan, dengan rincian 104 selamat dan 17 meninggal dunia (termasuk satu bagian tubuh). Sementara itu, 47 orang lainnya masih dalam pencarian.
Seperti diberitakan sebelumnya, gedung tiga lantai di Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9) sore, saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah. Gedung tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan.








Respon (1)