YOGYAKARTA – Semangat mudik Lebaran 1447 H terasa begitu kental di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, dengan lonjakan mencolok pada jumlah penumpang kereta api (KA) jarak jauh. Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 menunjukkan peningkatan signifikan dari H-1 Lebaran hingga puncak perayaan Idul Fitri, menandakan tingginya mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi.
Pada H-1 Lebaran, tepatnya Jumat, 20 Maret 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat total 45.597 penumpang. Dari angka tersebut, mayoritas atau 24.624 orang merupakan penumpang yang tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 6, sementara 20.973 penumpang lainnya melakukan perjalanan berangkat.

Peningkatan jumlah penumpang semakin terasa pada Hari Raya Idul Fitri, Sabtu, 21 Maret 2026. Angka total penumpang meroket menjadi 53.287 orang. Arus kedatangan masih mendominasi dengan 30.812 penumpang, sementara 22.475 penumpang lainnya memulai perjalanan dari Daop 6 Yogyakarta.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyoroti fenomena ini sebagai potret jelas tingginya pergerakan masyarakat selama periode Lebaran. "Pada Hari Raya Idul Fitri hari ini, terpantau jumlah penumpang mencapai lebih dari 53 ribu orang, dengan arus kedatangan masih mendominasi," ujar Feni kepada awak media, Sabtu (21/3/2026).
Feni menambahkan, tren peningkatan ini diperkirakan belum mencapai puncaknya. KAI Daop 6 memprediksi puncak arus kedatangan akan terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026. "Prediksi jumlah kedatangan penumpang pada 22 Maret tersebut berpotensi menembus lebih dari 30 ribu orang dalam sehari," imbuhnya, menunjukkan antisipasi terhadap gelombang pemudik berikutnya.
Meskipun terjadi lonjakan penumpang, ketersediaan tiket masih ada. Pada H-1 Lebaran, tercatat 6.925 tiket masih tersedia hingga tengah malam. Jumlah ini sedikit berkurang pada Hari H Lebaran menjadi 5.131 tiket. "Masih tersedia ribuan tiket bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan, baik pada H-1 maupun Hari Lebaran," jelas Feni, memberikan optimisme bagi calon penumpang.
Secara kumulatif, tingkat keterjualan tiket juga menunjukkan grafik positif. Hingga 20 Maret 2026, tiket yang terjual mencapai 436.827 atau 84 persen dari total kapasitas. Angka ini terus naik menjadi 450.044 tiket atau 85 persen pada 21 Maret 2026. KAI memastikan bahwa puluhan ribu tiket masih tersedia hingga akhir masa Angkutan Lebaran pada 1 April 2026.
Dari pantauan aktivitas stasiun, Stasiun Yogyakarta menjadi titik paling sibuk. Pada 20 Maret, jumlah kedatangan di stasiun ini mencapai 9.984 penumpang, dan meningkat menjadi 10.816 penumpang pada 21 Maret. Sementara itu, untuk keberangkatan, tercatat 8.441 penumpang pada H-1 Lebaran dan 7.025 penumpang pada Hari Lebaran. Stasiun Solobalapan dan Lempuyangan juga tak kalah padat, menjadi simpul penting dengan volume penumpang yang tinggi, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Menyikapi kepadatan ini, Feni mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang. "Kami mengingatkan pelanggan untuk memastikan jadwal keberangkatan dan mengatur waktu perjalanan menuju stasiun agar tidak terburu-buru," pesannya. Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket serta memanfaatkan fitur kereta persambungan sebagai alternatif perjalanan demi kenyamanan dan kelancaran mudik Lebaran.







