News  

Uji Coba Short Selling Baru Dimulai

admin
Uji Coba Short Selling Baru Dimulai

faseberita.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memulai babak baru dalam mekanisme perdagangan pasar modal dengan meluncurkan uji coba short selling. Namun, pada hari pertama implementasinya, antusiasme pasar terlihat masih sangat terbatas. Tercatat baru ada 50 investor yang tercatat berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan yang memungkinkan investor menjual saham yang belum mereka miliki ini.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa hingga Kamis (1/10/2026), jumlah investor yang telah membuka rekening khusus untuk keperluan short selling masih tergolong minim. Meskipun infrastruktur telah disiapkan, langkah awal ini tampak masih dalam tahap adaptasi bagi para pelaku pasar.

Uji Coba Short Selling Baru Dimulai
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Terkait ketersediaan instrumen, Jeffrey menjelaskan bahwa saat ini terdapat lima saham yang telah memenuhi kriteria ketat untuk dapat diperdagangkan melalui mekanisme short selling. Meski demikian, aktivitas transaksi belum menyentuh seluruh saham tersebut. Berdasarkan pantauan awal bursa, baru ada satu emiten yang mengalami transaksi short selling pada hari pertama pelaksanaannya.

"Dari pantauan kami terhadap lima saham yang masuk dalam daftar data short selling, sejauh ini baru ada satu saham yang telah diperdagangkan melalui mekanisme tersebut," ujar Jeffrey saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta.

Dalam operasionalnya, saat ini baru dua perusahaan sekuritas atau Anggota Bursa (AB) yang telah mendapatkan izin resmi untuk menyediakan layanan short selling, yakni Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas. Kehadiran dua sekuritas ini menjadi pionir dalam menyediakan fasilitas bagi investor yang ingin memanfaatkan strategi perdagangan ini.

Namun, BEI tidak berhenti di situ. Jeffrey memberikan sinyal positif bahwa pihaknya tengah menyiapkan dua perusahaan sekuritas tambahan untuk bergabung dalam daftar penyedia layanan. Meski demikian, ia enggan menyebutkan identitas perusahaan tersebut karena saat ini masih dalam tahap verifikasi yang ketat.

"Ada dua lagi yang masuk dalam pipeline kami dan sedang dalam proses. Kami harus memastikan kesiapan mereka, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP), kesiapan sistem teknologi, hingga kekuatan permodalan. Jika semua sudah memenuhi syarat, izin akan segera kami berikan," tambah Jeffrey.

Mengenai peta jalan ke depan, BEI berencana melakukan ekspansi terhadap jumlah saham yang dapat diperdagangkan dengan mekanisme ini. Saat ini, fase yang berjalan adalah masa uji coba yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Setelah melewati masa evaluasi dan pemantauan risiko, BEI berencana untuk membuka akses short selling secara lebih luas bagi lebih banyak emiten dan investor pada awal tahun mendatang.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan memberikan lebih banyak pilihan strategi bagi investor dalam menghadapi volatilitas harga saham di masa depan. Melalui pengawasan yang ketat, bursa ingin memastikan bahwa mekanisme ini dapat berjalan secara sehat tanpa mengganggu stabilitas pasar modal nasional.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *