News  

Tren Baru Unitlink Mata Uang Asing

admin
Tren Baru Unitlink Mata Uang Asing

faseberita.id – Dunia asuransi jiwa di Indonesia tengah mengalami transformasi besar seiring dengan perubahan perilaku konsumen dalam mengelola aset mereka. Saat ini, perusahaan asuransi mulai gencar memasarkan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau yang lebih dikenal dengan istilah unitlink, namun dengan inovasi baru berupa penggunaan mata uang asing.

Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan masyarakat yang kini semakin fleksibel dan cerdas dalam menentukan strategi perlindungan finansial sekaligus investasi. Salah satu pemain utama yang memimpin tren ini adalah Great Eastern Life Indonesia. Perusahaan asuransi tersebut tercatat telah memperluas portofolio unitlink mereka ke dalam dua jenis mata uang asing yang berbeda.

Tren Baru Unitlink Mata Uang Asing
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong, mengungkapkan bahwa perusahaan mereka telah meluncurkan produk GREAT Investlink Protection berbasis dolar Amerika Serikat (USD) pada Desember 2025. Tak berhenti di situ, mereka melakukan terobosan baru dengan memperkenalkan pilihan mata uang dolar Singapura (SGD) pada Mei 2026. Langkah ini menjadikan produk mereka sebagai pelopor PAYDI dengan pilihan mata uang SGD pertama yang hadir di pasar Indonesia.

Inovasi ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari para nasabah. Hanya dalam waktu kurang dari empat bulan sejak diperkenalkan, produk GREAT Investlink Protection telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan. Hingga Agustus 2026, produk ini menyumbang lebih dari 50 persen dari total produksi bancassurance perusahaan secara year-to-date (YTD).

"Hingga Agustus 2026, kontribusinya telah mencapai lebih dari separuh produksi bancassurance kami. Hal ini menegaskan bahwa nasabah saat ini semakin membutuhkan solusi finansial yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan investasi dan perlindungan mereka," ujar Nina Ong dalam keterangan resminya.

Fenomena ini sejalan dengan data industri yang menunjukkan tren positif pada sektor unitlink secara nasional. Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi produk PAYDI mengalami pertumbuhan sebesar 10,3 persen, mencapai angka Rp35,73 triliun pada Semester I 2026. Bahkan, jika melihat dari sisi premi bisnis baru, kenaikannya jauh lebih tajam yakni mencapai 34,5 persen dengan total nilai Rp19,78 triliun.

Dari sisi metode pembayaran, terlihat adanya pergeseran minat masyarakat. Pendapatan premi tunggal mencatatkan kenaikan sebesar 26,3 persen menjadi Rp40,76 triliun. Sementara itu, kanal distribusi bancassurance masih memegang peran sebagai tulang punggung industri dengan pendapatan premi sebesar Rp41,58 triliun, atau tumbuh sebesar 17,9 persen.

Munculnya pilihan mata uang asing seperti USD dan SGD dalam produk asuransi memberikan dimensi baru bagi masyarakat untuk melakukan diversifikasi risiko mata uang. Dengan memiliki aset dalam mata uang asing, nasabah diharapkan dapat melindungi nilai kekayaan mereka dari fluktuasi nilai tukar rupiah di masa depan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *