News  

Terungkap Siapa Bakal Kuasai BEI

admin
Terungkap Siapa Bakal Kuasai BEI

faseberita.id – Bursa Efek Indonesia BEI tengah bersiap menghadapi era baru melalui proses demutualisasi yang krusial. Meski akan ada perubahan struktur kepemilikan saham, BEI memastikan prinsip independensi lembaga bursa tetap menjadi prioritas utama.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan bahwa rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK yang sedang digodok menjadi benteng utama penjaga independensi bursa. OJK akan mengatur secara komprehensif mulai dari tata kelola perusahaan jajaran direksi hingga mekanisme pengawasan ketat. Tujuannya agar BEI tetap mandiri sekalipun nantinya memiliki deretan pemegang saham baru.

Terungkap Siapa Bakal Kuasai BEI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Iding Pardi juga menegaskan bahwa draf aturan OJK tidak akan memperbolehkan satu pun pemegang saham menguasai porsi kepemilikan di atas 50 persen. Namun demikian komposisi final dari kepemilikan saham masih menanti keputusan para pemegang saham BEI.

Saat ini BEI masih menunggu keputusan dari para pemegang saham terkait mekanisme demutualisasi yang akan dipilih. Secara umum proses ini dapat ditempuh melalui berbagai aksi korporasi seperti penerbitan saham baru rights issue penempatan terbatas private placement atau penawaran umum perdana saham initial public offering IPO.

Mengenai kemungkinan IPO setelah demutualisasi Iding menyatakan BEI belum menetapkan target waktu yang pasti. Ia mencontohkan pengalaman bursa di berbagai negara yang menunjukkan jeda antara demutualisasi dan IPO bisa memakan waktu satu hingga dua tahun tergantung pada kesiapan masing-masing bursa. BEI tidak akan terburu-buru melakukan IPO setelah demutualisasi selesai. Kesiapan tata kelola dan organisasi secara menyeluruh menjadi kunci sebelum melangkah ke pasar modal.

Sebelumnya sebuah dokumen sempat beredar luas yang mengindikasikan struktur kepemilikan saham BEI pasca-demutualisasi. Dalam dokumen tersebut Danantara disebut akan memegang 69 lembar saham atau setara 4012 persen. Sementara itu anggota bursa diproyeksikan memiliki 88 lembar saham setara 5116 persen non-anggota bursa 4 lembar atau 232 persen dan saham treasuri sebanyak 11 lembar setara 640 persen.

Sebagai perbandingan struktur kepemilikan bursa saat ini terdiri dari anggota bursa sebanyak 90 lembar saham atau 8738 persen non-anggota bursa 2 lembar setara 194 persen dan saham treasuri 11 lembar setara 1068 persen.

Menanggapi hal tersebut Tim Komunikasi Danantara menyatakan bahwa proses pembahasan masih terus berlangsung dan belum ada keputusan final yang dicapai. Kajian internal serta uji tuntas masih berjalan sembari menunggu penerbitan peraturan OJK yang berlaku.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *