faseberita.id – Perbankan nasional kini makin cermat menyikapi geliat industri otomotif yang tengah bergeser dari mesin konvensional ke era kendaraan listrik Bank DBS Indonesia misalnya punya dua kunci utama dalam menentukan kelayakan pembiayaan proyek di sektor vital ini
Ello Hanson seorang petinggi Bank DBS Indonesia yang menjabat Executive Director Head of Large Corporates & ESG Lead Institutional Banking Group menjelaskan poin pertama adalah kemampuan perusahaan untuk melakukan diversifikasi lini bisnis Semakin banyak unit usaha strategis yang dimiliki semakin kuat posisi perusahaan menghadapi tantangan Jika satu segmen lesu segmen lain bisa menopang ujarnya

Aspek kedua yang tak kalah penting menurut Ello adalah fundamental keuangan yang kokoh serta ketersediaan dana Kondisi finansial yang prima memberi ruang gerak bagi perusahaan saat harus beradaptasi melepas lini bisnis yang tak lagi relevan atau justru mengembangkan peluang baru di masa depan
Di tengah dinamika transisi ini DBS tak sembarangan dalam memilih mitra pembiayaan Pendekatan selektif diterapkan untuk memastikan dana disalurkan kepada pemain yang benar-benar tangguh dan mampu bersaing di rantai pasok otomotif Ello menegaskan tidak semua pelaku industri akan mampu bertahan sehingga pemilihan yang tepat menjadi krusial Bank harus jeli memilih siapa yang akan didukung di setiap segmen agar industri ini bisa terus berkembang secara berkelanjutan







