faseberita.id – PT Hutama Karya Persero mengambil langkah strategis penting dengan menyatukan dua entitas anak usahanya. PT Hakaaston HKA dan PT Terbanggi Besar Kayu Agung Toll TBKA resmi disatukan melalui penandatanganan Perjanjian Penggabungan Bersyarat CMA.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menjelaskan bahwa HKA akan menjadi entitas yang bertahan dari proses merger ini. HKA akan terus menjalankan operasionalnya di bidang pengelolaan dan pemeliharaan aset infrastruktur transportasi termasuk pengoperasian jalan tol perawatan jalan serta fasilitas infrastruktur lainnya. Seluruh kegiatan operasional ini akan berjalan normal selama dan setelah proses penggabungan rampung.

Koentjoro menegaskan bahwa aksi korporasi ini adalah bagian tak terpisahkan dari agenda besar Hutama Karya Group untuk menata portofolio anak usaha secara bertahap. Ini juga selaras dengan arahan pemerintah terkait penataan anak usaha BUMN sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026. Penyatuan ini bertujuan merampingkan struktur kepemilikan serta memastikan setiap entitas di bawah Hutama Karya Group memiliki peran dan fungsi yang lebih terarah.
M Rozi Rinjayadi Direktur Utama HKA menegaskan bahwa penggabungan ini tidak akan menggeser fokus utama bisnis HKA. Ia memastikan bahwa bagi pengguna jalan tol dan mitra kerja layanan yang ada saat ini dipastikan tidak akan mengalami perubahan. Fokus HKA tetap pada pengelolaan aset infrastruktur demi memberikan nilai optimal sepanjang umur layanannya.
Perlu diketahui proses penggabungan ini masih bersifat bersyarat. Pelaksanaannya akan berlanjut setelah seluruh persyaratan pendahuluan dalam CMA terpenuhi. Seluruh tahapan selanjutnya akan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1998 termasuk memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham RUPS dari kedua perseroan. Setelah semua prosedur tuntas HKA akan terus beroperasi sebagai entitas yang menerima penggabungan dengan visi ambisius menjadi perusahaan manajemen aset infrastruktur paling bernilai di Indonesia atau Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management Company IM-V-IAM.







