faseberita.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk BJTM berhasil mencatatkan kinerja luar biasa di paruh pertama tahun ini. Di tengah gempuran tantangan ekonomi global dan domestik laba bersih konsolidasi perseroan melesat tajam hingga menembus angka Rp1,2 triliun. Kenaikan fantastis sebesar 53,4% secara tahunan ini menjadi bukti ketangguhan BJTM menghadapi berbagai dinamika.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengungkapkan pencapaian gemilang ini diraih di tengah kontraksi Dana Pihak Ketiga DPK. Kondisi ini dipicu oleh berkurangnya Transfer ke Daerah yang menjadi tantangan tersendiri. Namun Winardi menegaskan pihaknya tak tinggal diam. Bank Jatim secara proaktif beradaptasi dengan mengembangkan tata kelola manajemen risiko optimalisasi bisnis berbasis ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga akselerasi teknologi digitalisasi serta penguatan sinergi dalam Kelompok Usaha Bank KUB.

Winardi tak menampik bahwa 2026 masih diselimuti berbagai tantangan global mulai dari ketegangan geopolitik perang dagang risiko pangan dan energi hingga fluktuasi nilai tukar serta harga komoditas. Meski demikian fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dengan pertumbuhan 5,29% secara tahunan per Juni 2026. Jawa Timur bahkan menunjukkan performa lebih impresif dengan pertumbuhan kumulatif 5,84% menyumbang 25,40% bagi perekonomian Pulau Jawa dan 14,34% untuk Indonesia.
Senada dengan itu Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto memaparkan kinerja konsolidasi Bank Jatim terus menanjak hingga Triwulan II 2026. Total aset konsolidasi mencapai Rp162 triliun melonjak 37,16% dari tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan aset produktif dengan penyaluran kredit mencapai Rp111 triliun atau tumbuh 41,68%. Dana Pihak Ketiga DPK konsolidasi juga tak ketinggalan mencapai Rp120 triliun naik 31,47%. Imbasnya pendapatan bunga bersih perseroan mencapai sekitar Rp4,6 triliun meningkat 39,5%. Peningkatan laba bersih konsolidasi yang mencapai Rp1,2 triliun atau 53,4% ini merupakan buah manis dari implementasi aksi korporasi dan sinergi kuat antar anggota KUB. Wahyukusumo berjanji akan terus mengoptimalkan sinergi ini demi menciptakan sumber pertumbuhan baru di masa depan.
Secara terpisah kinerja bank only hingga Juli 2026 menunjukkan total aset Rp98 triliun dengan penyaluran kredit Rp66,4 triliun dan DPK Rp72,9 triliun. Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo menjelaskan bahwa daya beli masyarakat dan permintaan kredit yang masih konservatif mendorong Bank Jatim untuk menerapkan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif. Prioritas utama adalah menjaga kualitas aset. Meskipun total kredit Bank Jatim per Juli 2026 terkontraksi 2,6% secara tahunan menjadi Rp66,4 triliun segmen konsumtif khususnya kredit berbasis payroll tetap menunjukkan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
Untuk memastikan kualitas kredit tetap terjaga Tonny menambahkan Bank Jatim secara konsisten menerapkan langkah-langkah preventif dan kuratif. Program ini meliputi evaluasi ketat kualitas kredit penguatan fungsi account officer dan manajemen risiko restrukturisasi pengelolaan kredit bermasalah perbaikan proses bisnis peningkatan kompetensi SDM serta monitoring dan controlling secara berkala.







