News  

Terkuak India Jual BUMN Demi Selamatkan Negara

admin
Terkuak India Jual BUMN Demi Selamatkan Negara

faseberita.id – Di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang terbilang pesat dibandingkan raksasa global lainnya, India justru dihadapkan pada dilema serius: defisit fiskal yang membengkak. Demi menjaga stabilitas dan momentum pembangunan, pemerintah New Delhi kini mengambil langkah berani yang tak terduga: melepas sebagian kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan milik negara kepada publik.

Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan. Inflasi yang terus merangkak naik dan tekanan pada anggaran negara berpotensi menghambat roda belanja pemerintah. Dengan jurang defisit yang semakin menganga, divestasi BUMN menjadi opsi krusial untuk mengumpulkan pundi-pundi dana segar, sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi tanpa membebani kas negara lebih jauh.

Terkuak India Jual BUMN Demi Selamatkan Negara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sejak awal tahun, pemerintah India telah aktif melakukan penjualan saham di sepuluh perusahaan pelat merah, meskipun kondisi pasar global cenderung kurang bergairah. Beberapa nama besar yang sahamnya telah dilepas antara lain Cochin Shipyard, Indian Railways Finance Corp, NHPC, dan raksasa pertambangan Coal India.

Teranyar, India sukses besar dengan penjualan 6,5 persen saham di perusahaan asuransi jiwa terkemuka, Life Insurance Corporation of India. Dari aksi korporasi ini, kas negara berhasil meraup sekitar 3,3 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 59,06 triliun. Penjualan saham yang ditawarkan dengan diskon menarik sebesar 10 persen ini terbukti ampuh memikat investor, membuat penawaran pembelian jauh melampaui target.

Menurut data dari Prime Database, sebuah penyedia intelijen pasar di India, total dana yang terkumpul dari seluruh penjualan saham BUMN ini telah menembus angka fantastis, lebih dari 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 116,33 triliun. Angka ini menandai salah satu pengumpulan dana tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Para pengamat optimis pemerintah India berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan penggalangan dana sebesar 8,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 150,33 triliun melalui berbagai divestasi. Hingga kini, lebih dari 65 persen dari target tersebut telah terpenuhi.

Anubhuti Sahay, Kepala Riset Ekonomi India di Standard Chartered Bank, menilai strategi memanfaatkan hasil divestasi ini sebagai langkah yang sangat cerdas. Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun India jarang memenuhi target penjualan saham BUMN karena kondisi fiskal yang "nyaman". Namun, kini dengan risiko penurunan pendapatan dan potensi peningkatan pengeluaran akibat beban subsidi yang lebih tinggi, penjualan aset negara menjadi sebuah keharusan.

"Saat ini, penjualan saham tersebut ibarat memanfaatkan aset berharga keluarga pada saat yang paling dibutuhkan," pungkasnya, menggambarkan urgensi dan pentingnya langkah ini bagi India di tengah tantangan ekonomi makro yang kian berat.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *