News  

Target IHSG Tembus Level 7000

admin
Target IHSG Tembus Level 7000

faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menunjukkan performa yang sangat impresif dalam waktu dekat. Optimisme ini muncul seiring dengan adanya sejumlah katalis positif yang diperkirakan akan menjadi mesin penggerak utama pasar modal Indonesia menuju level psikologis 7.000 pada akhir tahun 2026 mendatang.

CEO PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengungkapkan keyakinannya bahwa pasar saham tanah air akan mendapatkan suntikan energi baru. Salah satu faktor kunci yang dinantikan adalah proses rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Menurutnya, langkah ini akan memberikan sinyal positif bagi para investor global.

Target IHSG Tembus Level 7000
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kami sangat optimis Indonesia akan tetap bertahan di pasar MSCI. Meskipun belum ada penambahan konstituen baru secara langsung, proses unfreeze yang akan terjadi akan memberikan stimulus serta pernyataan positif bagi pergerakan IHSG dari November hingga penghujung 2026," ujar Bernadus dalam acara Road to CNBC Awards 2026, Rabu (30/9/2026).

Selain faktor indeks global, Bernadus juga menyoroti stabilitas kebijakan domestik. Ia menilai, rangkaian reformasi di pasar keuangan serta transisi kepemimpinan di lembaga krusial, seperti pergantian Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan, akan menjadi sentimen positif yang memperkuat kepercayaan pasar.

Sektor Perbankan Jadi Primadona

Ketika berbicara mengenai strategi investasi, Bernadus memberikan rekomendasi spesifik pada sektor perbankan. Menurut analisisnya, sektor ini merupakan target utama bagi investor asing saat Indonesia kembali mendapatkan momentum unfreeze dari pasar global. Hal ini didorong oleh valuasi saham perbankan yang saat ini dinilai masih cukup terjangkau atau murah.

Secara khusus, ia menjagokan dua raksasa perbankan nasional, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBRI dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan kode saham BMRI. Menariknya, ia menekankan bahwa daya tarik sektor ini bukan hanya pada pertumbuhan harga saham, melainkan juga pada imbal hasil (yield) yang sangat menggiurkan.

"Sektor perbankan di harga saat ini memiliki yield yang sangat menarik. Jika melihat rasio pembayaran dividen (payout ratio) seperti tahun lalu, potensi yield untuk BBRI dan BMRI bisa mencapai angka 12 hingga 13 persen," jelasnya lebih lanjut.

Tantangan Likuiditas dan Strategi Edukasi

Meski prospek ke depan terlihat cerah, Bernadus tidak menampik adanya tantangan nyata yang dihadapi industri sekuritas saat ini. Salah satunya adalah kondisi likuiditas pasar saham Indonesia yang masih tergolong dangkal. Kondisi ini secara langsung berdampak pada aktivitas transaksi di industri sekuritas.

Menyikapi hal tersebut, Sucor Sekuritas mengambil langkah proaktif dengan memperluas jangkauan edukasi pasar. Fokus utama mereka adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan Generasi Z dan milenial. Strategi yang digunakan pun tidak lagi konvensional; mereka mulai merambah pendekatan gaya hidup.

Sucor aktif masuk ke berbagai komunitas hobi yang sedang tren, seperti komunitas olahraga padel, pickleball, hingga golf, serta komunitas lintas profesi lainnya. Tujuannya adalah agar investasi saham dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Bernadus berharap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia terus terjaga agar pasar modal dapat tumbuh secara organik. "Kami berharap aktivitas yang kami lakukan saat ini dapat membuahkan hasil yang manis, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi nasabah dan investor secara umum pada tahun 2027 nanti," tutupnya.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *