News  

Strategi Baru MKNT Ubah Wajah Bisnis

admin
Strategi Baru MKNT Ubah Wajah Bisnis

faseberita.id – Langkah drastis diambil oleh PT Remitra Global International Tbk (MKNT) dalam upaya melakukan transformasi besar-besaran. Emiten yang sebelumnya dikenal sebagai distributor perangkat telekomunikasi ini secara resmi mengumumkan perubahan haluan bisnis yang sangat kontras. Kini, perusahaan memutuskan untuk banting setir dengan memfokuskan operasionalnya pada sektor manufaktur baja dan budidaya udang.

Perubahan fundamental ini merupakan dampak langsung dari aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Langkah strategis tersebut tidak hanya mengubah lini bisnis utama, tetapi juga membawa perubahan signifikan pada struktur kepemilikan saham serta jajaran manajemen perusahaan.

Strategi Baru MKNT Ubah Wajah Bisnis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam sektor manufaktur, grup perusahaan ini telah memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Bisnis baja mereka telah memasok kebutuhan baja struktural untuk berbagai proyek konstruksi skala besar di Indonesia sejak tahun 2008. Dimulai dengan kapasitas produksi billet sebesar 100.000 ton per tahun, perusahaan berhasil melipatgandakan kapasitas tersebut hanya dalam waktu dua tahun.

Sementara itu, di sektor akuakultur, MKNT melalui anak usahanya tengah mengelola tambak udang air payau di kawasan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Fokus utama mereka adalah memproduksi udang berkualitas tinggi. Saat ini, operasional tambak berdiri di atas lahan seluas 27,72 hektare dengan luas kolam efektif mencapai 12,18 hektare yang terbagi dalam tiga blok produksi.

Menariknya, manajemen MKNT tidak berhenti di situ. Perusahaan tengah mengamati berbagai peluang investasi di sektor energi terbarukan yang sejalan dengan agenda energi nasional. Beberapa opsi yang sedang dikaji meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Secara finansial, perubahan struktur modal ini memberikan dampak positif bagi kesehatan neraca perusahaan. Pendiri Remitra Group, Handoyo Setiawan, yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris sekaligus pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner), mengungkapkan bahwa secara proforma, total aset grup kini mencapai Rp1,60 triliun. Dengan liabilitas sebesar Rp628 miliar dan ekuitas Rp976,5 miliar, rasio liabilitas terhadap ekuitas berada di angka 0,64 kali.

Suntikan modal melalui private placement senilai Rp1,024 triliun ini juga berhasil memulihkan posisi ekuitas perusahaan ke zona positif. PT Headwell Bintang Energi Hijau kini resmi menjadi pengendali baru MKNT setelah melakukan konversi kewajiban menjadi saham.

Seiring dengan masuknya pengendali baru, MKNT juga melakukan perombakan total pada jajaran direksi dan komisaris. Berdasarkan hasil RUPSLB pada September 2026, Santoso Widjojo resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur. Di jajaran komisaris, Handoyo Setiawan akan memimpin bersama Idrus Marham dan Erry Firmansyah sebagai komisaris independen. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi MKNT untuk memperkuat fundamental grup dalam jangka panjang.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *