News  

SMI Tembus Rp60 Miliar di BI

admin
SMI Tembus Rp60 Miliar di BI

faseberita.id – Langkah strategis yang diambil Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat sektor pembiayaan infrastruktur mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Hanya dalam waktu dua hari setelah kebijakan baru tersebut resmi diluncurkan, transaksi underlying repo untuk surat utang yang diterbitkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI langsung menyentuh angka Rp60 miliar.

Fenomena ini menunjukkan tingginya antusiasme pasar dan kebutuhan likuiditas dalam mendukung proyek-proyek pembangunan nasional. Kebijakan yang menjadi sorotan ini merupakan hasil keputusan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang digelar pada 26 September 2026 lalu.

SMI Tembus Rp60 Miliar di BI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan penjelasan mendalam mengenai dinamika transaksi ini dalam sebuah konferensi pers di Gedung BI, Jumat (2/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Destry juga didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

"Kami telah mengeluarkan kebijakan untuk SMI, yaitu Sarana Multi Infrastruktur, di mana surat berharga mereka kini dapat dijadikan instrumen repo kepada Bank Indonesia. Menariknya, kebijakan ini baru saja kami keluarkan pada tanggal 26, namun pada tanggal 28 saja transaksi repo sudah mencapai Rp60 miliar," ungkap Destry di hadapan awak media.

Sebagai informasi, PT SMI merupakan entitas penting di bawah naungan Kementerian Keuangan yang memiliki peran khusus dalam menyediakan pembiayaan untuk sektor infrastruktur dan konstruksi di Indonesia. Dengan adanya fasilitas repo dari BI ini, perbankan yang memiliki surat berharga terbitan SMI kini memiliki fleksibilitas lebih tinggi. Mereka dapat dengan mudah menggunakan aset tersebut sebagai agunan untuk mendapatkan suntikan likuiditas segar dari bank sentral.

Destry menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar kebijakan moneter biasa, melainkan bentuk dukungan nyata BI terhadap rantai pasok pembiayaan perumahan serta infrastruktur pendukungnya. Sinergi antara otoritas moneter dan lembaga pembiayaan diharapkan dapat memperlancar aliran dana ke proyek-proyek strategis nasional.

"SMI ini mencakup sektor infrastruktur hingga konstruksi. Ini adalah bentuk dukungan konkret dari Bank Indonesia. Ke depannya, kami ingin terus memperkuat sinergi ini agar pembangunan tidak terhambat oleh kendala likuiditas," tambah Destry.

Perlu dicatat bahwa kebijakan untuk surat utang SMI ini sebenarnya melengkapi instrumen serupa yang sebelumnya telah sukses diterapkan pada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. SMF, yang secara spesifik berfokus pada sektor perumahan sekunder, telah menunjukkan dampak yang luar biasa setelah mendapatkan fasilitas serupa dari BI.

Data menunjukkan bahwa nilai transaksi repo untuk SMF telah menembus angka fantastis sebesar Rp1,25 triliun. Kehadiran fasilitas ini juga terbukti mampu mendongkrak aktivitas pasar secara drastis, di mana rata-rata transaksi harian surat utang SMF melonjak hingga enam kali lipat, mencapai Rp180 miliar per hari. Keberhasilan SMF ini menjadi sinyal positif bagi implementasi kebijakan serupa pada instrumen SMI.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *