faseberita.id – PT Timah Tbk TINS sebuah raksasa pertambangan timah nasional tengah bersiap menggebrak dengan revisi besar Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan RKAP 2026. Keputusan mengejutkan ini muncul setelah perusahaan mencetak laba bersih yang melampaui ekspektasi jauh di atas target setahun penuh hanya dalam paruh pertama 2026.
Fina Eliani Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS mengungkapkan bahwa target awal untuk 2026 meliputi volume produksi 30.000 ton Sn pendapatan Rp154 triliun dan laba bersih Rp16 triliun. Namun kenyataannya performa finansial TINS di semester I 2026 telah melampaui semua proyeksi tersebut. Oleh karena itu manajemen kini tengah mengajukan usulan perubahan RKAP kepada para pemegang saham.

Besaran target baru yang akan disematkan dalam RKAP perubahan masih menjadi rahasia perusahaan menunggu lampu hijau dari pemegang saham. Hal serupa juga berlaku untuk proyeksi keuangan TINS di tahun 2027 yang akan disesuaikan mengikuti arahan strategis dari pemilik saham.
Tak hanya dari sisi finansial TINS juga tancap gas di lini operasional. Ilhamsyah Mahendra Direktur Produksi dan Komersial TINS membeberkan sejumlah manuver strategis untuk menggenjot produksi hingga akhir 2026. Salah satunya adalah memperkuat armada alat kerja tambang khususnya untuk kegiatan penambangan di laut. Sejak Juli dan Agustus empat unit kapal isap produksi baru telah ditambahkan demi mengejar target capaian akhir tahun.
Di darat perseroan juga agresif memperluas jangkauan pertambangan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak sekaligus menambah alat berat di area tersebut. Dukungan regulasi yang kondusif turut menjadi angin segar bagi TINS untuk mencapai target operasi produksi dan penjualan yang ambisius.
Jangkauan TINS tak hanya di dalam negeri namun juga merambah pasar global sepanjang 2026. Perusahaan ini aktif menjelajahi pasar di Asia Tenggara dan Eropa bahkan membuka pintu ke pasar baru di Filipina. Kehadiran TINS di Inggris juga semakin kokoh terutama melalui fasilitas strategis di Southampton.
Di belahan Asia lainnya Vietnam dan India menjadi saksi bisu pertumbuhan volume penjualan TINS yang signifikan. India khususnya mencatat lonjakan drastis kontribusi pangsa pasar terhadap penjualan TINS yang sebelumnya sekitar 5% kini melesat menjadi 12% pada tahun ini.
Peningkatan permintaan di India ini didorong oleh ekspansi industri kesehatan publik dan semikonduktor terutama di kawasan Noida. Ilhamsyah mencontohkan peningkatan produksi iPhone dari sekitar 33 juta unit menjadi 55 juta unit sebagai salah satu faktor pendorong utama di pasar India.
Sebelum gejolak konflik Iran dan Amerika Serikat beberapa bulan lalu TINS juga sempat menjajaki potensi pasar Timur Tengah. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pasar potensial TINS di tahun 2027 di samping peluang pertumbuhan volume di sejumlah negara Eropa Jepang Vietnam Filipina dan India.
Sebagai informasi hingga semester I 2026 TINS berhasil membukukan laba bersih fantastis sebesar Rp271 triliun. Angka ini jauh melampaui target laba bersih sepanjang 2026 yang hanya Rp161 triliun atau setara 169% dari proyeksi. Performa cemerlang ini ditopang oleh pendapatan TINS yang mencapai Rp1042 triliun pada periode yang sama melonjak 247% dibandingkan Rp422 triliun pada semester I tahun sebelumnya.







