faseberita.id – Sebuah gebrakan signifikan dalam lanskap energi terbarukan Indonesia baru saja terjadi. PT Sarana Multi Infrastruktur Persero atau PT SMI secara resmi mengucurkan pembiayaan syariah senilai Rp 950 miliar. Dana jumbo ini dialokasikan untuk dua entitas anak usaha Grup Indika Energy yakni PT Indika Empat Mitra Surya IEMS dan PT Empat Mitra Indika Cahaya EMIC. Tujuannya tak lain adalah mendorong percepatan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.
Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J Gani mengungkapkan bahwa instrumen pembiayaan berbasis syariah ini merupakan solusi yang sangat kompetitif. Solusi ini dinilai efektif untuk mengakselerasi adopsi PLTS khususnya pada segmen pasar komersial dan industri C&I yang tengah mengalami pertumbuhan pesat. Lebih dari sekadar transaksi finansial kolaborasi ini menjadi penanda perluasan hubungan strategis antara PT SMI dengan Grup Indika Energy. Ini juga sekaligus memperkuat portofolio pembiayaan syariah perseroan di sektor infrastruktur ketenagalistrikan yang berlandaskan energi baru terbarukan.

Skema pembiayaan yang digunakan adalah Line Facility Musyarakah Mutanaqisah MMq. Mekanisme ini dirancang untuk refinancing syariah atas proyek-proyek PLTS yang nantinya akan disewakan kepada para mitra offtaker dan pengguna akhir di segmen C&I di berbagai wilayah nusantara. Sylvi menambahkan bahwa inisiatif ini menegaskan peran aktif PT SMI dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif demi mendukung percepatan transisi energi di tanah air.
Dari pihak Indika Energy Direktur PT IEMS dan PT EMIC Yovie Priadi menyambut baik suntikan modal dari PT SMI. Menurut Yovie pembiayaan ini merupakan fondasi krusial bagi percepatan ekspansi proyek PLTS yang digarap oleh Grup Indika Energy. Dukungan finansial ini akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam memperluas layanan PLTS tanpa membebani pelanggan dengan investasi awal. Dengan demikian semakin banyak pelaku industri dapat beralih menuju sumber energi bersih dengan lebih cepat dan efisien.
Melalui skema pembiayaan ini IEMS dan EMIC kini memiliki kemampuan lebih besar untuk memperluas jangkauan pembangunan dan penyewaan PLTS kepada pelanggan C&I. Keunggulan utamanya adalah menghilangkan beban investasi awal bagi pengguna akhir. Hal ini secara signifikan membuka akses energi surya yang lebih luas bagi sektor komersial dan industri di Indonesia. Model bisnis semacam ini sangat sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi sekaligus mendorong efisiensi biaya energi bagi para pelaku usaha.
Kolaborasi ini juga semakin mengukuhkan posisi PT SMI sebagai Energy Transition Mechanism ETM Country Platform Manager. Peran ini menuntut PT SMI untuk terus menyediakan solusi pembiayaan hijau yang inovatif. Hingga Maret 2026 PT SMI telah membuktikan komitmennya dengan menyalurkan pembiayaan senilai total Rp 27.6 triliun khusus untuk proyek-proyek energi terbarukan.
Perjanjian pembiayaan bersejarah ini ditandatangani oleh Sylvi J Gani dan Yovie Priadi pada Kamis 4 Juni 2026. Acara penandatanganan berlangsung di Kantor PT SMI Sahid Sudirman Center Jakarta menandai babak baru dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi bersih.







