JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah memetakan secara detail sejumlah titik krusial yang diprediksi akan menjadi simpul kepadatan selama periode angkutan Lebaran 2026. Pemetaan ini menjadi landasan bagi Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan strategi mitigasi, termasuk penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai potensi kemacetan yang masif.
Dalam keterangannya kepada faseberita.id pada Sabtu, 7 Maret 2026, Dudy Purwagandhi menyatakan, "Kami telah mencatat, baik di stasiun, bandara, terminal, pelabuhan, maupun lintas penyeberangan, beberapa simpul yang menunjukkan potensi pergerakan penumpang yang cukup besar."

Simpul Kepadatan Berdasarkan Moda Transportasi:
1. Kereta Api:
Untuk moda kereta api, stasiun-stasiun seperti Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Cikarang, dan Bandung diproyeksikan menjadi titik keberangkatan dengan volume penumpang tertinggi. Sementara itu, tujuan favorit para pemudik kereta api diperkirakan meliputi kota-kota di Jawa seperti Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Kutoarjo, dan Purwokerto.
2. Transportasi Udara:
Pada sektor udara, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Sultan Hasanuddin Makassar, Ngurah Rai Bali, Supadio Pontianak, dan Minangkabau diperkirakan akan menjadi bandara dengan jumlah penumpang terbesar. Destinasi udara paling diminati masyarakat adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Yogyakarta International Airport, serta Kualanamu di Sumatera Utara.
3. Angkutan Darat (Bus):
Pergerakan penumpang melalui terminal bus diprediksi akan didominasi dari Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Bekasi, Purabaya Sidoarjo, dan Terminal Kalideres Jakarta. Adapun tujuan utama penumpang bus antarkota diperkirakan menuju Terminal Tirtonadi Solo, Wonogiri, Purabaya Sidoarjo, Leuwi Panjang Bandung, dan Tasikmalaya di Jawa Barat.
4. Transportasi Laut:
Pelabuhan asal dengan aktivitas penumpang terbesar antara lain Pelabuhan Tanjung Priok, Makassar, Soekarno-Hatta Makassar, Tanjung Perak Surabaya, Yos Sudarso Ambon, dan Semarang. Sedangkan pelabuhan tujuan yang diperkirakan paling padat ialah Tanjung Perak Surabaya, Makassar Soekarno-Hatta, Tanjung Priok Jakarta, Bau-Bau Sulawesi Tenggara, serta Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
5. Lintas Penyeberangan:
Lintas penyeberangan dengan pergerakan terbesar diperkirakan terjadi pada rute Merak-Bakauheni, Lembar-Padang Bai, serta Kupang. Dengan tujuan utama Bakauheni, Merak, Lembar, Padang Bai, dan Ketapang.
Proyeksi Penumpang dan Strategi Mitigasi:
Meski Menhub Dudy tidak merinci proyeksi jumlah penumpang pada masing-masing moda, Kementerian Perhubungan memproyeksikan adanya sedikit penurunan pergerakan penumpang pada mudik Lebaran 2026, yakni sekitar 1,7 persen. Angka ini turun dari 146,4 juta orang pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 143,9 juta orang.
Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret. Penetapan puncak arus mudik ini telah mempertimbangkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah untuk membantu meredistribusi pergerakan dan mengurangi penumpukan pada satu waktu.
Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25-27 Maret, setelah masa cuti bersama Idulfitri berakhir.
Menhub Dudy menambahkan, "Kami telah melakukan berbagai simulasi, dan pada akhirnya kami merasa perlu untuk mengajukan kebijakan Work From Anywhere, atau yang oleh Kemenpan RB disebut sebagai Flexible Working Arrangement. Kebijakan ini telah disetujui dan diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam mengelola kepadatan arus mudik dan balik Lebaran."

