faseberita.id – Bank DBS Indonesia memperkuat komitmennya untuk mengakselerasi sektor otomotif nasional. Di tengah pergeseran masif menuju era kendaraan listrik (EV), DBS mengandalkan strategi konektivitas regional atau Asian Connectivity sebagai pilar utama. Langkah ini diharapkan mampu menopang geliat industri kendaraan domestik agar tetap berdaya saing global.
Ello Hanson, Executive Director sekaligus Head of Large Corporates & ESG Lead Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, menjelaskan bahwa DBS kini hadir di 19 negara, dengan enam jantung pasar yang seluruhnya berpusat di benua Asia. Singapura Hong Kong Taiwan China India dan Indonesia menjadi sentra bisnis utama yang menjadi fondasi kekuatan jaringan tersebut.

"Saat kita bicara konektivitas Asia, kita bicara bagaimana kami membantu industri dari seluruh rantai pasok untuk terhubung lintas kawasan," ungkap Ello dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan faseberita.id bersama DBS.
Ello menambahkan, masa peralihan menuju tatanan ekonomi baru ini menuntut adaptasi. Di mana kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) dan kendaraan listrik akan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup panjang. Problem krusialnya adalah bagaimana seluruh elemen rantai nilai mampu menyesuaikan diri. Rantai nilai yang dimaksud mencakup spektrum luas, mulai dari penambangan, peleburan, produksi, manufaktur, hingga perakitan.
"Pelaku bisnis di sini bukan hanya manufaktur atau dealer, tapi seluruh ekosistem dari hulu hingga ke hilir," tegasnya.
Dengan jejaring regional yang kokoh, DBS mengidentifikasi dua spektrum peluang bisnis yang menjanjikan. Pertama, arus investasi masuk atau inbound business. Ini meliputi perusahaan dari China Taiwan atau pemain di sektor EV dan pertambangan yang ingin merambah pasar Indonesia dan mencari rekanan lokal. Kedua, kesempatan emas bagi produsen manufaktur nasional, baik pembuat komponen maupun kendaraan, untuk memperluas pasar ekspor global.
Ello menyimpulkan, DBS menempatkan diri sebagai rekan strategis yang dapat membantu para pelaku industri di sepanjang rantai nilai tersebut. Tujuannya agar mereka dapat saling terhubung secara lintas negara sejalan dengan basis operasional DBS yang tersebar di sejumlah pasar utama Asia.







