faseberita.id – Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan dengan aksi agresif investor global pada perdagangan Rabu 16 September 2026 Mereka terpantau gencar memborong sejumlah saham emiten pertambangan
PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS menjadi primadona utama yang paling banyak diincar dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp88 miliar lebih Fenomena ini bukan kali pertama terjadi melanjutkan tren minat asing terhadap sektor tambang yang sudah terlihat sejak sesi perdagangan sebelumnya

Daya tarik investor asing juga meluas ke raksasa tambang lainnya PT Aneka Tambang Tbk ANTM mencatat pembelian bersih hampir Rp50 miliar disusul PT Vale Indonesia Tbk INCO dengan sekitar Rp28 miliar lebih dari Rp24 miliar untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA dan Rp20 miliar lebih untuk PT Merdeka Gold Resources Tbk EMAS
Selain sektor pertambangan dana asing juga mengalir ke beberapa emiten non-tambang seperti PT Singaraja Putra Tbk SINI dan PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA menunjukkan diversifikasi portofolio mereka
Menariknya gelombang pembelian pada saham tambang ini terjadi di tengah kondisi pasar yang masih didominasi penjualan bersih oleh investor asing secara keseluruhan Pada hari yang sama asing membukukan penjualan bersih lebih dari Rp624 miliar di seluruh pasar saham
Artinya lonjakan minat pada saham pertambangan belum sepenuhnya mencerminkan pembalikan arus dana asing menjadi pembelian bersih secara menyeluruh di bursa saham Indonesia
Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan Rabu 16 September 2026
1 PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS Rp88 miliar lebih
2 PT Aneka Tambang Tbk ANTM hampir Rp50 miliar
3 PT Singaraja Putra Tbk SINI Rp39 miliar lebih
4 PT Vale Indonesia Tbk INCO sekitar Rp28 miliar
5 PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA lebih dari Rp24 miliar
6 PT Merdeka Gold Resources Tbk EMAS Rp20 miliar lebih
7 PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI Rp19 miliar
8 PT Perusahaan Gas Negara Tbk PGAS Rp13 miliar lebih
9 PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA Rp10 miliar lebih
10 PT Astra Agro Lestari Tbk AALI Rp8 miliar lebih
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan IHSG harus menutup perdagangan dengan pelemahan kurang dari setengah persen ke level sekitar enam ribu empat ratus tiga puluh enam setelah sempat menguat lebih dari satu persen pada awal sesi







