News  

Jamin Kelancaran Mudik, PU Siagakan Ribuan Alat Berat Nasional

admin
Jamin Kelancaran Mudik, PU Siagakan Ribuan Alat Berat Nasional

Jakarta, faseberita.id – Untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) telah menempatkan 1.461 unit peralatan tanggap darurat atau Disaster Relief Unit (DRU) di seluruh penjuru Indonesia. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan penanganan cepat terhadap potensi gangguan infrastruktur jalan, mulai dari kerusakan, longsor, hingga banjir, yang dapat menghambat mobilitas masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana penunjang menjadi kunci vital dalam menjaga konektivitas jaringan jalan nasional. Terlebih, saat periode mudik, lonjakan volume kendaraan dan pergerakan masyarakat diprediksi akan meningkat signifikan.

Jamin Kelancaran Mudik, PU Siagakan Ribuan Alat Berat Nasional
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

"Kementerian PU telah menyiapkan berbagai peralatan dan material tanggap darurat di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur jalan selama periode mudik dan arus balik Lebaran," ujar Dody, seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima faseberita.id pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sebanyak 1.461 unit DRU ini telah disebar ke enam klaster wilayah utama di Indonesia. Distribusi tersebut meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta gabungan Kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku. Penempatan setiap unit telah melalui pertimbangan matang, disesuaikan dengan karakteristik geografis dan potensi kerawanan bencana di setiap koridor jalan nasional.

Pulau Jawa, yang dikenal sebagai urat nadi dengan volume lalu lintas terpadat, menerima alokasi terbanyak, yaitu 428 unit DRU. Selanjutnya, Sumatera disiagakan dengan 244 unit, Kalimantan 233 unit, Sulawesi 196 unit, Papua 141 unit, dan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara-Maluku sebanyak 219 unit.

Tak hanya alat berat, Dody juga menambahkan bahwa Kementerian PU turut menyiapkan beragam material pendukung esensial. Material tersebut mencakup jembatan bailey untuk penanganan darurat, karung pasir (sandbag), bronjong, aspal, hingga geotekstil. Seluruh perlengkapan ini telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, memastikan ketersediaan dan kecepatan respons apabila terjadi insiden di lapangan.

Kesiapsiagaan penuh ini, menurut Dody, akan diberlakukan sepanjang periode krusial mudik dan arus balik Lebaran 2026, yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *