Semarang, faseberita.id – Arus kendaraan pemudik dari arah barat, khususnya Jakarta, yang memasuki Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung pada Hari Raya Idulfitri, Sabtu, 21 Maret 2026, masih terpantau ramai. Fenomena menarik terjadi, di mana setelah sempat terpantau lengang pada pagi hari, volume kendaraan pemudik mengalami lonjakan signifikan menjelang sore hari.
Menurut data trafik kendaraan yang dihimpun faseberita.id dari Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang, dinamika pergerakan kendaraan terlihat jelas. Pada Sabtu pagi, tepatnya pukul 06.00 WIB, tercatat hanya 218 kendaraan yang melintas masuk ke Semarang. Angka tersebut beranjak naik menjadi 306 kendaraan pada pukul 07.00 WIB, dan terus merangkak signifikan menjadi 576 kendaraan, kemudian mencapai 942 kendaraan per jam di waktu berikutnya.

Memasuki pukul 10.00 WIB, intensitas arus kendaraan pemudik Lebaran 2026 mulai di atas 1.000 kendaraan per jam. Kepadatan ini bertahan hingga pukul 14.00-15.00 WIB, di mana tercatat 1.982 kendaraan melintas setiap jamnya. Bahkan, pada rentang pukul 15.00-18.00 WIB, trafik kendaraan pemudik dari arah Jakarta sudah melebihi 2.000 kendaraan per jam, meskipun belum menyentuh angka 2.500 kendaraan.
Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang, AKP Dimas Arief Wicaksono, dalam keterangannya mengungkapkan total volume kendaraan yang bergerak menuju Semarang pada Sabtu, dari pukul 06.00-18.00 WIB, mencapai 16.841 kendaraan. Sementara itu, untuk arah sebaliknya, yakni menuju ke barat atau Jakarta, pada periode 12 jam yang sama tercatat 10.569 kendaraan. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian pemudik masih dalam perjalanan menuju kampung halaman atau baru memulai perjalanan balik.
Sebagai informasi, Korps Lalu Lintas (Korlantas) sebelumnya telah menghentikan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional. Skema one way ini sebelumnya diberlakukan di Tol Trans Jawa, dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga ke KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, dan telah diterapkan sejak Rabu, 18 Maret 2026. Penghentian skema ini turut mempengaruhi pola pergerakan kendaraan di jalur tol pada momen Lebaran kali ini.







