News  

Data 5,7 Juta Pelanggan Fore Kopi Bocor

admin
Data 5,7 Juta Pelanggan Fore Kopi Bocor

faseberita.id – Dunia keamanan siber tanah air kembali diguncang oleh kabar buruk terkait kebocoran data pribadi. PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) secara resmi melaporkan telah terjadi insiden akses ilegal terhadap salah satu platform pengelolaan data milik perusahaan. Berdasarkan hasil investigasi awal, kebocoran ini berdampak serius karena melibatkan sekitar 5,7 juta akun pelanggan.

Menanggapi temuan tersebut, pihak manajemen Fore segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan insiden ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini diambil setelah tim internal perusahaan mendeteksi adanya aktivitas yang tidak wajar pada sistem mereka. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak aktivitas mencurigakan tersebut teridentifikasi, perusahaan telah berhasil menghentikan akses ilegal dan melakukan pengamanan pada sistem yang terdampak.

Data 5,7 Juta Pelanggan Fore Kopi Bocor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk memastikan penyebab pasti dari serangan ini, Fore telah menunjuk konsultan keamanan siber profesional. Tim ahli tersebut ditugaskan untuk melakukan investigasi forensik secara mendalam dan independen. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi aplikasi Fore, platform terkait, hingga seluruh sistem teknologi informasi yang relevan dengan operasional perusahaan.

CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk., Vico Lomar, menyatakan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah memberikan dukungan kepada pelanggan yang terdampak serta menyelesaikan investigasi secara tuntas. Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat tata kelola keamanan sistem di masa mendatang.

"Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami," ujar Vico dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu (1/11/2026).

Mengenai detail data yang diduga bocor, informasi tersebut bervariasi bagi setiap pelanggan. Data yang berpotensi diakses pihak tidak berwenang meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi, hashed PIN, hingga riwayat transaksi pembelian. Namun, manajemen memberikan penegasan penting bahwa aplikasi Fore tidak pernah menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun foto KTP pelanggan. Selain itu, detail pembayaran seperti kartu kredit atau debit disimpan di platform terpisah, sehingga data finansial tersebut dipastikan aman.

Sebagai langkah mitigasi, Fore telah melakukan pengujian keamanan menyeluruh, memperbaiki celah kerentanan, serta memperbarui sistem dengan lapisan pengamanan tambahan. Perusahaan juga kini menerapkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) setiap kali pelanggan mencoba masuk melalui perangkat baru.

Pihak Fore juga telah menghubungi pelanggan yang terdampak secara langsung. Konsumen sangat disarankan untuk segera mengganti PIN akun Fore mereka. Jika pelanggan menggunakan kombinasi PIN yang sama pada aplikasi lain, sangat disarankan untuk segera menggantinya demi keamanan.

Meski hingga saat ini belum ditemukan bukti penyalahgunaan data pelanggan oleh pihak luar, manajemen tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Pelanggan diminta untuk tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun, serta waspada terhadap segala bentuk komunikasi mencurigakan melalui telepon, SMS, email, maupun WhatsApp yang mengatasnamakan pihak Fore.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *