faseberita.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor pertambangan mineral, khususnya terkait pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Presiden Direktur perusahaan tersebut, Agoes Projosasmito, dilaporkan melakukan aksi korporasi dengan menambah porsi kepemilikan sahamnya secara signifikan dalam waktu singkat. Langkah berani ini menjadi sinyal positif bagi para investor yang memantau pergerakan emiten di bawah naungan Grup Bakrie ini.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Agoes Projosasmito melakukan pembelian besar-besaran terhadap saham BRMS. Total saham yang berhasil ia borong mencapai 5.902.300 lembar saham dengan nilai transaksi yang tidak main-main, yakni menyentuh angka sekitar Rp2,49 miliar. Aksi beli ini dilakukan dalam dua tahap transaksi yang berbeda pada tanggal 26 Oktober 2024.

Secara mendetail, transaksi pertama dilakukan dengan membeli sebanyak 2.358.500 lembar saham pada level harga Rp424 per lembar. Nilai transaksi pada tahap awal ini tercatat sebesar Rp1.000.004.000. Tak berhenti di situ, Agoes melanjutkan agresivitasnya pada tahap kedua dengan menyerap 3.543.800 lembar saham tambahan. Pada tahap kedua ini, ia mendapatkan harga yang sedikit lebih rendah, yakni Rp422 per lembar saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.495.483.600.
Jika ditotal secara keseluruhan, akumulasi pembelian saham tersebut membuat kepemilikan Agoes Projosasmito melonjak drastis. Sebelum melakukan transaksi ini, ia tercatat hanya memiliki 5.500.000 lembar saham. Namun, setelah aksi borong tersebut, jumlah kepemilikannya kini membengkak menjadi 11.402.300 lembar saham. Artinya, porsi kepemilikan sang petinggi perusahaan ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.
Dalam laporan resmi kepada otoritas bursa, disebutkan bahwa seluruh transaksi ini merupakan kepemilikan langsung menggunakan saham biasa. Selain itu, transaksi ini murni bersifat investasi dan tidak melibatkan adanya perjanjian pembelian kembali atau repurchase agreement dengan pihak manapun.
Langkah yang diambil oleh pucuk pimpinan BRMS ini sering kali ditafsirkan oleh pasar sebagai bentuk kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan. Ketika seorang petinggi perusahaan memutuskan untuk menggelontorkan dana pribadi dalam jumlah besar untuk membeli sahamnya sendiri, hal tersebut biasanya dianggap sebagai indikator bahwa manajemen optimis terhadap kinerja keuangan dan pertumbuhan jangka panjang emiten tersebut.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati apakah aksi beli ini akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham BRMS di lantai bursa dalam beberapa waktu ke depan. Mengingat sektor mineral memiliki peran strategis dalam ekonomi, langkah Agoes Projosasmito ini tentu menjadi sorotan tajam bagi para pemegang saham lainnya.







