News  

Berkah Lebaran 2026: Pariwisata Indonesia Melesat, Triliunan Rupiah Berputar

admin
Berkah Lebaran 2026: Pariwisata Indonesia Melesat, Triliunan Rupiah Berputar

Libur Lebaran tahun 2026 telah memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata Indonesia, melampaui ekspektasi awal. Kementerian Pariwisata, berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, mencatat total 147,55 juta pergerakan orang selama periode angkutan Lebaran dari 13 hingga 29 Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,53 persen dari proyeksi awal, menandakan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk bepergian.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengungkapkan bahwa sekitar 12 persen dari total pergerakan tersebut, atau setara dengan 17,27 juta orang, secara khusus mengarahkan perjalanan mereka ke berbagai lokasi wisata. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,3 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya. Ni Luh menambahkan bahwa data ini masih bersifat estimasi, mengingat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk finalisasi penghitungan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Berkah Lebaran 2026: Pariwisata Indonesia Melesat, Triliunan Rupiah Berputar
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Beberapa destinasi yang menjadi magnet utama wisatawan selama libur Lebaran 2026 antara lain kawasan ikonik Malioboro di Yogyakarta, serta berbagai objek wisata di Jakarta seperti Ancol, Monas, dan Taman Margasatwa Ragunan. Tak ketinggalan, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan Magetan, dan Taman Safari Indonesia Bogor juga turut ramai dikunjungi.

Lonjakan jumlah wisatawan ini berbanding lurus dengan peningkatan signifikan dalam pengeluaran sektor pariwisata. Ni Luh Puspa memaparkan, total pengeluaran melonjak dari sekitar Rp 11,04 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp 19,86 triliun pada tahun 2026. Ia menggarisbawahi adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat, dari yang sebelumnya didominasi konsumsi berbasis rumah tangga kini beralih ke konsumsi berbasis pengalaman, terutama di sektor pariwisata.

Selama periode libur Lebaran 2026, Kementerian Pariwisata secara intensif memantau pergerakan wisatawan di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR). Hasilnya, tercatat 6,66 juta pergerakan penumpang menuju DPP, meningkat 13,74 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.

Kesepuluh DPP tersebut meliputi Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Likupang (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Utara), Raja Ampat (Papua Barat Daya), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kalayang (Bangka Belitung), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Sementara itu, pergerakan ke tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) mencapai 6,1 juta, melonjak 24,63 persen dari Lebaran 2025. DPR ini mencakup Bali, Greater Jakarta, dan Kepulauan Riau. Ni Luh menyoroti peningkatan luar biasa di Raja Ampat (DPP) sebesar 19,9 persen, serta Kepulauan Riau (DPR) yang mencatat kenaikan signifikan hingga 125,5 persen.

Secara keseluruhan, estimasi pengeluaran masyarakat di DPP dan DPR ini mencapai lebih dari Rp 12,27 triliun, menyumbang sekitar 61,8 persen dari total estimasi pengeluaran nasional di sektor pariwisata.

Menyikapi lonjakan ini, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata gencar berupaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata. Berbagai inisiatif telah diluncurkan, termasuk mengaktifkan platform informasi terpadu Halo Wonderful, menyelenggarakan Pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), serta mengampanyekan gerakan BBWI dan Belanja di Indonesia Aja (BINA). Kementerian juga proaktif dalam menyusun paket wisata khusus Lebaran, mendorong penurunan harga tiket transportasi, memantau 173 titik daya tarik wisata, dan menerbitkan surat edaran demi menjamin penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tak hanya itu, pengawasan terhadap praktik pungutan liar dan penanganannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola destinasi wisata juga menjadi fokus utama.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *