News  

Airlangga Ungkap Jurus RI Taklukkan Badai Ekonomi

admin
Airlangga Ungkap Jurus RI Taklukkan Badai Ekonomi

faseberita.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan strategi jitu Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonomi global yang semakin tak terduga. Dalam forum bergengsi Brussels Economic Security Forum (BESF) 2026 di Brussel Belgia Airlangga menggarisbawahi komitmen kuat Tanah Air untuk memperluas jejaring kerja sama ekonomi internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan.

Menurut Airlangga dinamika geopolitik dunia yang kian pelik telah menciptakan tekanan baru pada tatanan ekonomi global. Isu-isu seperti ketahanan rantai pasok stabilitas perdagangan dan investasi menjadi sorotan utama. Ia menekankan bahwa perubahan arsitektur ekonomi global harus direspons dengan penguatan kolaborasi dan diversifikasi bukan malah memicu pemisahan ekonomi antarnegara.

Airlangga Ungkap Jurus RI Taklukkan Badai Ekonomi
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

"Arsitektur ekonomi internasional saat ini jelas sedang mengalami perubahan. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat membangun kembali framework yang mampu mempertahankan manfaat keterbukaan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi" ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Berbagai konflik geopolitik termasuk di Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi bukti nyata bagaimana gangguan keamanan dapat merembet pada rantai pasok investasi dan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini mendorong banyak negara untuk mengimplementasikan kebijakan keamanan ekonomi seperti kebijakan industri penyaringan investasi dan pengendalian ekspor.

Di hadapan para pejabat Uni Eropa pemerintah negara mitra pelaku usaha dan media internasional Airlangga memaparkan langkah-langkah strategis Indonesia untuk memperkokoh ketahanan ekonomi nasional. Ia juga menyoroti progres kerja sama ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa termasuk penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga performa ekonominya di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan I 2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 561 persen secara tahunan dengan inflasi yang terkendali cadangan devisa yang kokoh serta neraca perdagangan yang mencatat surplus selama lebih dari 70 bulan berturut-turut.

Pemerintah terus memacu transformasi ekonomi melalui program hilirisasi industri pengembangan sektor manufaktur transformasi digital dan ekonomi hijau. Indonesia juga berupaya memperkuat posisinya dalam rantai pasok global terutama di sektor kendaraan listrik baterai mineral kritis dan energi terbarukan.

Investasi besar dari berbagai kawasan telah berhasil ditarik Indonesia untuk pengembangan industri kendaraan listrik mulai dari produksi baterai hingga perakitan kendaraan. Perkembangan ini dinilai Airlangga sangat mendukung diversifikasi rantai pasok energi bersih dunia.

Selain itu pemerintah gencar mengembangkan ekonomi digital dan memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan energi terbarukan serta implementasi program biodiesel B50. Kebijakan ini diperkirakan mampu menekan impor bahan bakar hingga 4 juta kiloliter per tahun.

Dalam kesempatan yang sama Airlangga menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk memperluas kerja sama ekonomi internasional melalui sejumlah perjanjian perdagangan krusial. Ini termasuk IEU CEPA Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) serta proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Airlangga juga menyoroti peran strategis Indonesia sebagai anggota ASEAN G20 dan BRICS yang dinilainya mampu menjadi jembatan antara negara maju dan berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *