News  
admin

Kinerja Cemerlang, Astra Agro Guyur Dividen Rp 458/Saham

faseberita.id – PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) baru saja mengumumkan kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, perseroan mengukuhkan persetujuan pembagian dividen tunai sebesar Rp 881,5 miliar, atau setara dengan Rp 458 per lembar saham.

Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Keputusan ini tak lepas dari kinerja keuangan AALI yang impresif sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka ini telah menyetorkan dividen interim sebesar Rp 236,7 miliar, atau Rp 123 per lembar saham, yang telah dibayarkan pada tanggal 24 Oktober 2025.

Adapun sisa dividen tunai sebesar Rp 644,8 miliar, atau setara Rp 335 per lembar saham, dijadwalkan akan dibayarkan pada 13 Mei 2026. Ini menjadi bukti komitmen Astra Agro Lestari dalam mengembalikan nilai kepada investor di tengah pertumbuhan yang solid.

Laba dan Pendapatan Melonjak Signifikan

Kucuran dividen jumbo ini didasari oleh pencapaian laba bersih perseroan yang melonjak signifikan. Pada tahun 2025, Astra Agro Lestari berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun, meningkat tajam 28,2 persen secara tahunan (year-on-year).

Tak hanya laba, pendapatan bersih perseroan juga menunjukkan lonjakan impresif sebesar 31 persen, mencapai Rp 28,7 triliun pada tahun 2025, jauh melampaui angka Rp 21,8 triliun di tahun sebelumnya.

Direktur Astra Agro, Tingning Sukowignjo, menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan perseroan didukung oleh beberapa faktor kunci. "Peningkatan volume produksi CPO sebesar 6 persen secara tahunan menjadi 1,2 juta ton, serta produksi kernel yang naik 8 persen menjadi 252 ribu ton, menjadi penopang utama," ungkap Tingning. Ia menambahkan, volume penjualan CPO dan produk turunannya juga terkerek 13 persen menjadi 1,8 juta ton.

Dinamika Harga CPO Mendongkrak Kinerja

Menurut Tingning, faktor lain yang tak kalah penting adalah dinamika pasokan dan permintaan CPO global. Keterbatasan suplai CPO di pasar telah mendorong kenaikan harga jual rata-rata sebesar 11 persen secara tahunan, dari Rp 12.883 per kilogram menjadi Rp 14.316 per kilogram sepanjang tahun 2025.

Menyikapi hal tersebut, perseroan berkomitmen untuk terus menggenjot kinerja dengan optimalisasi praktik agronomi presisi. "Kami fokus pada penggunaan bibit unggul dan pengendalian biaya serta belanja perusahaan, diiringi dengan peningkatan efisiensi operasional," jelas Tingning.

Strategi ini, lanjutnya, bertujuan untuk menjaga daya saing biaya produksi perusahaan dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO di pasar global. Dengan demikian, Astra Agro Lestari berharap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan positifnya di masa mendatang.


Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *