News  
admin

Kemenkop Tegaskan Bentrok NTT Tak Terkait Koperasi Merah Putih

Flores Timur, faseberita.id – Kementerian Koperasi (Kemenkop) meluruskan informasi terkait bentrokan antarwarga di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemenkop menegaskan bahwa konflik tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan pembangunan fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, melainkan murni sengketa tanah ulayat yang sudah berlangsung lama.

Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Sekretaris Kemenkop, Ahmad Zabadi, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 25 Maret 2025, menjelaskan bahwa bentrok antara warga Desa Waiburak dan Desa Narasaosina ini adalah perselisihan turun-temurun mengenai hak atas tanah adat. "Ini adalah konflik lama antara Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang sudah ada turun temurun," ujarnya.

Klarifikasi ini disampaikan Zabadi menyusul adanya pemberitaan di media lokal yang keliru mengaitkan insiden tersebut dengan proyek Kopdes Merah Putih. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada pembangunan fisik Kopdes Merah Putih yang dimulai di lokasi tersebut.

Zabadi menekankan prinsip penting dalam setiap pembangunan fisik Kopdes Merah Putih, yaitu harus dilakukan di atas lahan yang "bebas sengketa" atau berstatus clean and clear. Ketentuan ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pendataan Aset Tanah Dan/Bangunan Untuk Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, Dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menanggapi kejadian ini, Kemenkop telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat mengenai akar permasalahan bentrok tersebut. Zabadi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan tidak mengaitkan konflik dengan pemerintah tanpa dasar yang jelas.

Konfirmasi serupa datang dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi. Ia secara tegas menyatakan bahwa konflik antara kedua desa tersebut tidak ada kaitannya dengan Kopdes Merah Putih.

Linus menambahkan, tim dari Dinas Koperasi setempat telah turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan informasi dari para tokoh masyarakat. "Tidak ada pernyataan apa pun terkait Kopdes Merah Putih, ini murni persoalan tanah ulayat," pungkas Linus.


Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *